Makna Panggilan Haji, KH Jafar Shodiq Ingatkan Niat karena Allah

  • 13 Apr 2026 16:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Penceramah KH. Jafar Shodiq, M.Pd.I. mengingatkan umat Islam untuk memahami makna panggilan haji sebagai bentuk seruan langsung dari Allah SWT kepada manusia. Pesan tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon yang mengangkat tema panggilan ibadah haji dan makna spiritual di baliknya.

Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa panggilan haji telah disampaikan sejak zaman Nabi Ibrahim AS melalui firman Allah SWT yang memerintahkan agar manusia diberitahu untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Menurutnya, setiap manusia sebenarnya mendapat panggilan tersebut, namun hanya mereka yang memiliki niat kuat dan kesiapan yang mampu memenuhinya.

“Wa adzdzin fin-nasi bil hajj, beritahulah kepada manusia untuk bisa menunaikan ibadah haji ke Baitullah, kabeh (semua) manusia dipanggil, tetapi yang mendengar panggilan itu adalah mereka yang memiliki niat dan kesiapan untuk berangkat,” ujarnya pada program mutiara pagi RRI Cirebon edisi Minggu, 12 April 2026.

Ia menuturkan bahwa meskipun seseorang memiliki harta berlimpah, belum tentu dapat berangkat haji apabila belum memiliki niat yang tulus. Hal itu menunjukkan bahwa panggilan haji bukan semata soal kemampuan materi, tetapi lebih kepada kesiapan hati dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Selain panggilan haji, KH. Jafar Shodiq juga menyampaikan bahwa terdapat dua panggilan lain yang harus dipahami umat Islam selama hidup di dunia. Panggilan tersebut adalah panggilan untuk menunaikan shalat dan panggilan terakhir ketika ajal tiba sebagai tanda kembali kepada Allah SWT.

“Panggilan Allah itu ada tiga, siji panggilan haji, loro panggilan shalat, lan ketiga panggilan ajal, maka selama masih hidup mari penuhi panggilan pertama dan kedua sebelum datang panggilan yang terakhir,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa niat dalam menunaikan ibadah haji harus semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau mendapat gelar haji di tengah masyarakat. Menurutnya, kemurnian niat menjadi kunci utama agar ibadah yang dilakukan mendapatkan ridha Allah SWT.

“Walillahi 'alan-nasi hijjul bait, panggilan haji itu karena Allah, bukan karena tetangga, bukan karena ingin dipanggil haji, maka niate karena Gusti Allah, bukan karena yang lain,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....