Disdik Kota Cirebon Jelaskan Tujuan Lima Hari Sekolah bagi Kesehatan Anak

  • 12 Apr 2026 14:59 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Dinas Pendidikan Kota Cirebon menegaskan bahwa kebijakan lima hari sekolah memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesiapan belajar peserta didik. Kebijakan ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap kondisi fisik dan mental anak di lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Pengelolaan Pendidik Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. Ade Cahyaningsih, S.Pd., M.Pd menyebutkan bahwa salah satu manfaat utama dari kebijakan ini adalah memberikan waktu istirahat yang lebih cukup bagi siswa. Waktu istirahat yang memadai dinilai mampu meningkatkan kebugaran serta semangat belajar anak.

“Memberikan waktu istirahat yang cukup. Pada saat kita istirahat cukup, kita lebih segar, lebih bugar, dan kita akan bisa menerima semua mata pelajaran dengan lebih mudah dan lebih bahagia, sehingga anak lebih siap mengikuti pembelajaran di minggu selanjutnya,” ujar Ade Cahyaningsih kepada RRI Kamis, 9 April 2026.

Ia menambahkan bahwa anak-anak tetap membutuhkan waktu untuk bermain dan mengeksplorasi berbagai aktivitas yang mereka sukai di luar jam sekolah. Aktivitas seperti bermain game juga tidak selalu berdampak negatif jika dilakukan dalam pengawasan yang tepat.

“Contohnya ada game yang sifatnya membangun dan menggunakan bahasa Inggris, sehingga anak bisa belajar sambil bermain dan meningkatkan kemampuan bahasanya. Jadi yang langsung dirasakan anak adalah waktu istirahat yang cukup agar mereka tetap bahagia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa kebijakan lima hari sekolah sebenarnya telah diatur sejak tahun 2017 melalui peraturan kementerian. Namun pada saat itu penerapannya di Kota Cirebon masih terbatas dan belum menyasar seluruh jenjang pendidikan.

“Kalau saya melihatnya memang baru diubah itu tahun 2017 dan saat itu baru diuji cobakan di tingkat SMP karena sarana prasarana seperti kantin dan tempat ibadah lebih memadai. Sementara di SD masih ada keterbatasan fasilitas yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” katanya.

Saat ini, penerapan lima hari sekolah dinilai semakin memungkinkan karena adanya dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hampir seluruh sekolah. Program tersebut membantu memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi selama berada di sekolah.

Selain itu, momentum efisiensi serta dukungan dari pemerintah daerah dan pusat juga menjadi pertimbangan penting dalam memperluas penerapan kebijakan lima hari sekolah. Dengan dukungan berbagai faktor tersebut, Disdik optimistis kebijakan ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menjaga kesehatan dan kebahagiaan peserta didik.

“Kalau saya melihatnya memang baru diubah itu tahun 2017 dan saat itu baru diuji cobakan di tingkat SMP karena sarana prasarana seperti kantin dan tempat ibadah lebih memadai. Sementara di SD masih ada keterbatasan fasilitas yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” katanya.

Saat ini, penerapan lima hari sekolah dinilai semakin memungkinkan karena adanya dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hampir seluruh sekolah. Program tersebut membantu memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi selama berada di sekolah.

Selain itu, momentum efisiensi serta dukungan dari pemerintah daerah dan pusat juga menjadi pertimbangan penting dalam memperluas penerapan kebijakan lima hari sekolah. Dengan dukungan berbagai faktor tersebut, Disdik optimistis kebijakan ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menjaga kesehatan dan kebahagiaan peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....