Awal Tahun 2026, Panen Majalengka Tembus 204 Ribu Ton Gabah
- 11 Apr 2026 19:52 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Di tengah prediksi datangnya musim kemarau lebih awal, sektor pertanian di Kabupaten Majalengka mencatat kinerja positif pada awal 2026. Hal itu berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka.
Total luas panen sejak Januari hingga Maret 2026 mencapai 31.253 hektare dengan produksi sebesar 204.261 ton gabah. Capaian ini dinilai menjadi modal penting bagi ketahanan pangan daerah di tengah potensi tekanan iklim.
Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa sebagian petani masih berada dalam fase panen Musim Tanam I (MT I) karena keterlambatan tanam sebelumnya akibat curah hujan yang tidak merata.
"Belum seluruh petani menyelesaikan panen MT I. Ada wilayah yang mengalami keterlambatan tanam karena distribusi hujan yang tidak merata," ujar Gatot Sulaeman, Sabtu, 11 April 2026.
Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Jatitujuh, Kecamatan Ligung, dan sebagian Kecamatan Kertajati disebut mengalami kendala pasokan air irigasi yang berdampak pada mundurnya jadwal tanam.
"Untuk mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat, petani diimbau segera melakukan tanam Musim Tanam II (MT II) setelah panen MT I selesai," ucapnya.
Di lapangan, petani menyatakan kesiapan namun tetap menyoroti tantangan ketersediaan air dan sarana produksi. Dedi, petani asal Ligung, menyebut percepatan tanam sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi.
Sementara Ujang, petani dari Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, menegaskan bahwa keberhasilan tanam sangat ditentukan oleh dukungan benih, pupuk, dan pengelolaan air.
Dengan sinergi antara pemerintah dan petani, capaian produksi pada awal 2026 diharapkan menjadi pijakan kuat untuk menjaga produktivitas pertanian Majalengka di tengah ancaman kemarau dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....