Pemkab Cirebon Dorong Kolaborasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah

  • 11 Apr 2026 16:09 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon masih menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah. Hal ini terungkap dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang digelar di Hutan Kota Sumber, Jumat, 10 April 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mengungkapkan, produksi sampah di wilayah Kabupaten Cirebon dapat mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Sumbernya berasal dari rumah tangga hingga sektor usaha.

Namun, kemampuan penanganan saat ini baru sekitar 400 ton per hari. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam pengelolaan sampah.

“Upaya DLH tidak akan berarti, jika tidak ada kolaborasi dan kesadaran masyarakat dalam membuang serta memilah sampah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi kendala utama dalam penanganan sampah. Mulai dari armada angkutan, kontainer, hingga alat berat yang sebagian mengalami kerusakan.

Akibatnya, muncul titik-titik sampah liar dan keterlambatan pengangkutan di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS). Kondisi ini semakin memperburuk situasi lingkungan.

Salah satu upaya yang tengah dijajaki adalah kerja sama dengan investor. Kerja sama ini difokuskan pada pengolahan sampah, khususnya organik, menjadi produk bernilai seperti refuse-derived fuel (RDF).

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat edukasi melalui sektor pendidikan. Materi pengelolaan sampah akan dikenalkan sejak dini untuk membentuk kesadaran masyarakat.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah.

“Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Sementara itu Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono menambahkan, pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana. Salah satunya melalui pemanfaatan sampah organik.

Menurutnya, jika pemilahan dilakukan secara konsisten, maka sampah yang masuk ke TPA hanya berupa residu. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban pengelolaan sampah secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....