Sekolah 5 Hari di Cirebon Dukung Psikologi Anak

  • 09 Apr 2026 18:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Implementasi kebijakan sekolah lima hari di Kota Cirebon dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis peserta didik. Hal ini terlihat dari antusiasme siswa yang tampak lebih bersemangat selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Kebijakan tersebut terus dipantau oleh Dinas Pendidikan Kota Cirebon guna memastikan pelaksanaannya berjalan optimal di setiap satuan pendidikan. Selain siswa, respon positif juga datang dari orang tua yang merasakan manfaat dari sistem pembelajaran lima hari.

Kepala Bidang Pengelolaan Pendidik Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon Dr. Ade Cahyaningsih, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa kebijakan ini dinilai sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat. Ia menilai adanya waktu libur lebih panjang memberi kesempatan bagi anak untuk memperkuat hubungan dengan keluarga.

"Kebijakan lima hari sekolah ini dinilai cocok dengan karakteristik masyarakat Kota Cirebon karena memberikan kesempatan lebih besar bagi anak untuk berinteraksi dengan keluarga di rumah," ujarnya kepada RRI Kamis, 9 April 2026. Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara kegiatan sekolah dan kehidupan keluarga sangat penting bagi perkembangan anak.

Selain itu, pelaksanaan kebijakan turut didukung oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut, siswa dapat mengikuti pembelajaran hingga sore hari dengan kondisi yang lebih siap.

"Dengan adanya program makan bergizi gratis, siswa tidak lagi merasa lapar meskipun jam belajar berlangsung cukup panjang," ucapnya. Ia menilai faktor pemenuhan gizi menjadi salah satu kunci keberhasilan penerapan sekolah lima hari.

Durasi belajar juga tetap disesuaikan dengan jenjang pendidikan sehingga tidak memberatkan siswa. Pada tingkat SD satu jam pelajaran berlangsung 35 menit, sedangkan pada tingkat SMP berlangsung selama 40 menit.

"Struktur waktu ini tetap memberi ruang bagi siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler maupun pendidikan Madrasah Diniyah tanpa mengurangi waktu belajar utama," katanya. Ia menegaskan evaluasi terus dilakukan agar kualitas pendidikan tetap merata di seluruh sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....