BMKG Prediksi El Nino Picu Kemarau Lebih Awal dan Panjang di 2026

  • 09 Apr 2026 09:53 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka – Fenomena El Nino diprediksi akan mulai berdampak pada semester kedua tahun 2026, beriringan dengan musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dari biasanya. Kondisi ini berpotensi memengaruhi berbagai wilayah di Jawa Barat, termasuk kawasan Ciayumajakuning.

Kepala BMKG Kertajati Majalengka, Muhammad Syifa’ul Fuad Alhamidi, menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena global yang berdampak luas terhadap pola cuaca. Dampaknya dapat melampaui batas wilayah administratif hingga lintas negara dan benua.

“El Nino ini menyebabkan pembentukan awan hujan di Indonesia berkurang karena uap air tertarik ke wilayah lain, sehingga curah hujan menjadi minim,” ujarnya kepada RRI, Selasa, 7 April 2026. Ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi pemicu utama berkurangnya hujan di Indonesia.

Menurutnya, musim kemarau tahun 2026 di Jawa Barat diperkirakan memiliki karakteristik lebih kering dengan durasi yang lebih panjang. Hal ini perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kekeringan.

“Sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami kondisi hujan di bawah normal dengan durasi kemarau yang lebih panjang dari biasanya,” katanya. Ia menilai situasi ini membutuhkan kesiapsiagaan bersama.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, dengan awal kemarau mulai dirasakan sejak Mei. Pola ini menunjukkan adanya pergeseran dibandingkan kondisi klimatologis normal.

Wilayah seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Sumedang termasuk dalam daerah yang berpotensi terdampak signifikan. Oleh karena itu, langkah antisipasi perlu segera dilakukan.

Dengan adanya prediksi ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan strategi mitigasi yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....