KTNA Indramayu Soroti Perlindungan ABK di Hari Nelayan
- 09 Apr 2026 00:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Momentum Hari Nelayan Nasional 2026 dengan tema Pangan Biru dan Nelayan Kuat untuk Indonesia Berdaulat dimaknai sebagai pengingat pentingnya peran nelayan sekaligus dorongan agar pemerintah memperkuat perlindungan bagi awak buah kapal (ABK), khususnya nelayan di wilayah Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jayanto, menilai perlindungan terhadap ABK masih menjadi kebutuhan mendesak agar nelayan dapat bekerja dengan aman serta mendukung ketahanan pangan dari sektor kelautan.
Menurut Jayanto, tema tersebut sejalan dengan harapan nelayan agar negara hadir memberikan jaminan keselamatan dan kesejahteraan bagi para pelaku usaha perikanan, termasuk ABK yang bekerja langsung di laut. Ia menyebut, nelayan merupakan garda terdepan dalam penyediaan pangan biru, sehingga penguatan perlindungan dinilai penting untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Jayanto mengatakan, perhatian pemerintah pusat maupun daerah sangat dibutuhkan terutama dalam memberikan perlindungan saat terjadi kondisi darurat di laut. Ia menyebut berbagai kejadian seperti sakit atau kecelakaan kerja masih menjadi risiko yang dihadapi ABK tanpa perlindungan yang memadai.
“Yang pertama, kami dari Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Indramayu, Kecamatan Pasekan, harapan kami untuk pemerintah pusat maupun daerah, yang pertama untuk perlindungan ABK, khususnya di nelayan kami di Indramayu. Dan perlindungan itu,” ujar Jayanto kepada RRI, Selasa, 7 April 2026.
Ia menjelaskan, perlindungan yang dimaksud mencakup jaminan keselamatan, penanganan saat terjadi musibah, hingga perhatian terhadap kondisi ABK ketika bekerja di laut. Menurutnya, kondisi tersebut masih belum sesuai harapan nelayan di wilayahnya.
“Yang pertama, ABK ini ketika ada kejadian-kejadian di laut sana, contoh, yang pertama, sakit, atur dan selanjutnya itu kami butuh perlindungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Karena kami di lautan sana yang sudah-sudah terjadi itu ya, belum seperti yang kita harapkan untuk teman-teman ABK. artinya masih apa ya namanya belum ada perhatian gitu kan,” katanya.
Ia berharap peringatan Hari Nelayan Nasional tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebijakan perlindungan nelayan, khususnya ABK yang bekerja di lapangan. Dengan perlindungan yang lebih baik, Jayanto optimistis nelayan dapat bekerja lebih aman sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan berbasis hasil laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....