Strategi Tanam pada Musim Kemarau Dorong Target Panen Lebih Cepat

  • 31 Mar 2026 19:19 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Panen pada musim tanam kedua diperkirakan berlangsung pada Juli 2026. Perkiraan ini sejalan dengan upaya percepatan tanam yang dilakukan petani setelah menyelesaikan panen pertama.

Penyuluh Pertanian BPP Mundu, Nur Duniati, menyebutkan masa tanam dimulai sekitar pertengahan April. “Kalau mulai tanam April, berarti panennya sekitar Juli,” ujanya saat dihubungi RRI pada Selasa 31 Maret 2026.

Untuk mendukung percepatan tersebut, petani dianjurkan menggunakan benih padi berumur genjah. “Kita menghimbau petani menggunakan benih yang berumur kurang dari 100 hari,” katanya.

Penggunaan varietas cepat panen dinilai mampu mengoptimalkan waktu tanam yang terbatas. “Biar cepat panennya dan sesuai dengan kondisi musim,” ujarnya.

Beberapa varietas yang direkomendasikan antara lain jenis yang tahan kekeringan. Strategi ini juga membantu petani menghindari risiko kekeringan di akhir musim tanam.

Dengan perencanaan yang matang, produktivitas diharapkan tetap stabil. Percepatan tanam menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Ia juga menyebutkan sebagian lahan sawah yang mengandalkan air hujan menjadi perhatian utama. “Untuk beberapa lahan sawah tadah hujan, antisipasinya dengan mesin pompa,” ujarnya.

Selain pompa, keberadaan sumur bor juga menjadi solusi tambahan untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian. “Mungkin ada juga yang sudah ada sumur bor, itu kita sudah siap-siap antisipasi,” katanya.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi kemarau panjang yang telah diprediksi sebelumnya. Ia menegaskan pentingnya kesiapan sejak awal agar petani tidak mengalami gagal tanam akibat kekurangan air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....