Jembatan Cijemit Viral, Faktanya Bukan Ambruk
- 31 Mar 2026 01:43 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Video viral yang menyebut proyek Jembatan Cijemit ambruk diterjang banjir bandang Sungai Cipedak, Sabtu, 28 Maret 2026 lalu, dibantah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan. Peristiwa yang terjadi di lokasi jembatan tersebut dipastikan bukan kegagalan konstruksi utama.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan, insiden yang terekam dalam video merupakan jatuhnya material besi gelagar yang sebelumnya diletakkan di atas pilar tengah jembatan lama. Pilar tersebut terdorong arus deras hingga miring, sehingga material baja terbawa ke dasar sungai.
“Jembatan ini memang sedang dalam proses perbaikan karena sebelumnya sudah ambruk. Yang jatuh itu material besi lebih dari 15 ton, bukan konstruksi baru,” kata Indra saat dikonfirmasi RRI pada Senin, 30 Maret 2026.
Ia menegaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), struktur utama jembatan yang sedang dibangun tetap dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan.
Menurut Indra, material baja itu sengaja ditempatkan di atas pilar lama karena kondisi cuaca dan derasnya arus sungai tidak memungkinkan pembangunan penyangga sementara. Namun, hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu sore menyebabkan debit air meningkat drastis dan menghantam pilar hingga bergeser.
“Ini murni faktor alam. Arus sungai sangat deras sehingga menggeser pilar lama dan menjatuhkan material,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kuningan, Teddy Sukmajayadi, memastikan progres pembangunan jembatan yang telah mencapai sekitar 50 persen tetap kokoh.
Ia menyebut, sejumlah bagian penting seperti abutment selatan, selimut beton abutment utara, serta tembok penahan tanah sayap utara hilir tidak mengalami kerusakan, meski sempat diterjang arus dengan ketinggian mencapai 7 hingga 8 meter.
“Besok kami mulai merencanakan evakuasi material besi tersebut. Kami berharap proses perbaikan ke depan berjalan lancar,” kata Teddy.
Dalam peristiwa yang sama, BPBD mencatat sedikitnya 10 kejadian bencana melanda wilayah Kabupaten Kuningan akibat cuaca ekstrem pada Sabtu sore. Sejumlah titik dilaporkan terdampak pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir luapan sungai.
Penanganan darurat telah dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya di wilayah Cigugur, lingkar Bayuning, lingkar Kadugede, Desa Kasturi, dan Desa Cilowa untuk kejadian pohon tumbang.
Selain itu, tanah longsor terjadi di Cisukadana (Kadugede), Dusun Cipipisan (Desa Cundagaan), serta Desa Karangsari, Kecamatan Darma. Banjir juga dilaporkan merendam permukiman di Dusun Kliwon, Desa Kadugede, serta sejumlah titik di wilayah Karanganyar, Kecamatan Darma.
BPBD Kuningan menyatakan akan melakukan asesmen lanjutan di seluruh lokasi terdampak untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....