Siswa SD Tahfidz Graha Quran Antusias Kembali ke Sekolah
- 30 Mar 2026 20:56 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Gema takbir mungkin telah berlalu, namun gema keceriaan justru baru saja meledak di halaman SD Tahfidz Graha Quran, Senin, 30 Maret 2026. Hari pertama sekolah pasca libur Idulfitri 1447 H tidak diawali dengan tumpukan buku pelajaran, melainkan dengan sebuah reuni hangat yang dikemas dalam tajuk "Welcome Back After Eid!". Ratusan siswa tampak hadir dengan energi penuh, membawa sisa-sisa kegembiraan hari raya ke dalam ruang kelas.
Kepala Sekolah SD Tahfidz Graha Quran, Wati Widia Cahya Ningsih, S.Pd, mengungkapkan bahwa transisi dari libur panjang menuju rutinitas menghafal Al-Quran memerlukan jembatan emosional yang tepat. Oleh karena itu, sekolah merancang skenario hari pertama yang memadukan kedisiplinan spiritual dengan kehangatan tradisi keluarga.
Pagi hari dibuka dengan "Spirit Duha", di mana hamparan sajadah di lapangan sekolah menjadi titik awal para siswa mengetuk pintu langit melalui doa bersama. Usai bersujud syukur, suasana formal mencair saat prosesi Halalbihalal berlangsung. Guru dan siswa saling melebur dalam maaf, menghapus jarak yang sempat terpisah oleh masa liburan.
Keunikan hari pertama ini semakin terasa saat ruang kelas berubah menjadi panggung teatrikal kecil.
Dalam sesi "Cerita Lebaranmu", para siswa bergantian memegang mikrofon untuk mengisahkan petualangan mudik mereka. Mulai dari cerita terjebak macet yang jenaka hingga pengalaman pertama kali mencicipi hidangan khas daerah, semuanya tumpah menjadi tawa kolektif yang mempererat ikatan antarsiswa.
Nostalgia lebaran pun berlanjut ke meja makan. Tidak ada kantin yang penuh sesak, yang ada hanyalah lingkaran-lingkaran kecil siswa yang asyik menikmati bekal kue lebaran dari rumah masing-masing. Tradisi berbagi stoples nastar dan kastengel ini menjadi simbol bahwa semangat berbagi di bulan Syawal tetap hidup di lingkungan sekolah.
Namun, SD Tahfidz Graha Quran tetap konsisten menanamkan tanggung jawab. Sebelum lonceng pulang berbunyi, seluruh siswa bahu-membahu dalam "Operasi Semut". Gerakan gotong royong membersihkan setiap sudut kelas ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan filosofi untuk memulai lembaran baru yang bersih dan nyaman demi target hafalan Quran yang lebih baik.
Pihaknya berharap, melalui pendekatan yang humanis dan penuh kegembiraan ini, para siswa tidak merasa terbebani saat kembali ke rutinitas akademik. Ia meyakini bahwa hati yang bahagia adalah modal utama bagi seorang penghafal Al-Quran untuk menyerap setiap ayat dengan lebih mudah dan bermakna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....