Sejarah Kabupaten Cirebon dan Makna “Teteg” di Usia ke-544
- 30 Mar 2026 12:52 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Peringatan hari jadi ke-544 Kabupaten Cirebon menjadi momentum untuk mengulas kembali sejarah panjang terbentuknya wilayah tersebut. Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja, menyebut perjalanan sejarah Cirebon penuh dinamika lintas zaman.
Menurutnya, Cirebon memiliki akar sejarah yang dimulai dari masa kemunculan awal hingga perkembangan peradaban yang signifikan. Hal ini ditandai dengan peran tokoh seperti Sunan Cakrabuana dalam membangun fondasi wilayah tersebut.
Mustaqim menjelaskan bahwa masa kejayaan Cirebon terjadi di bawah kepemimpinan Sunan Gunung Jati yang juga berperan besar dalam penyebaran Islam. Pada masa itu, Cirebon berkembang menjadi pusat kekuasaan dan kebudayaan yang penting di pesisir utara Jawa.
Selain itu, sejarah Cirebon juga tidak lepas dari pengaruh kolonial yang datang kemudian. Mulai dari masa VOC hingga Hindia Belanda, Cirebon terus mengalami perubahan hingga akhirnya menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Terkait sejarah hari jadi Kabupaten Cirebon, perjalanannya sangat panjang dan meliputi berbagai zaman dari masa awal hingga saat ini,” ujar Mustaqim kepada RRI Senin, 30 Maret 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa filosofi “Teteg” yang populer saat ini memiliki makna percaya diri. Makna tersebut mencerminkan sikap mandiri masyarakat Cirebon dalam mengelola potensi daerahnya.
“Teteg bisa dimaknai sebagai percaya diri dengan kemampuan dan sumber daya sendiri,” ucap Mustaqim
Lebih lanjut, Mustaqim mengaitkan filosofi tersebut dengan peristiwa bersejarah saat Cirebon memisahkan diri dari Kerajaan Sunda Pajajaran. Momentum itu terjadi ketika Kesultanan Cirebon berdiri sebagai entitas mandiri pada abad ke-15.
“Kita bisa meneladani keberanian Sunan Gunung Jati yang percaya diri memproklamasikan Cirebon sebagai wilayah yang mandiri dan tidak lagi bergantung pada Pajajaran,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....