Menjaga Nilai Ramadan agar Tetap Hidup di Bulan Syawal
- 29 Mar 2026 21:37 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Momentum Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai ajang evaluasi diri bagi umat Islam setelah menjalani Ramadan. Hal ini mengemuka dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Cirebon, Minggu, 29 Maret 2026, bersama Ustaz KH. Jafar Shodiq, M.Pd.I.
Dalam dialog tersebut, ia menekankan bahwa kemenangan Ramadan sejatinya bukan sekadar simbolik, melainkan tercermin dari perubahan perilaku setelahnya. “Setelah bulan Ramadan itu harus ada nilai plus, ibadahnya meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan ibadah menjadi indikator utama apakah seseorang benar-benar meraih kemenangan Ramadan. Konsistensi dalam salat berjamaah, sedekah, hingga menjaga akhlak harus terus dilanjutkan di bulan Syawal dan seterusnya.
“Bulan Syawal itu artinya meningkat,” katanya. Menurutnya, jika seseorang kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik, maka nilai Ramadan belum sepenuhnya membekas dalam diri.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa manusia yang tidak mampu menjaga konsistensi ibadah berpotensi kehilangan makna kemenangan tersebut. Bahkan, ia menyebut kondisi itu sebagai bentuk kekalahan melawan hawa nafsu.
Ia menambahkan, pengendalian diri menjadi kunci utama dalam mempertahankan nilai spiritual pasca-Ramadan. Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Menurutnya, keberhasilan sejati adalah ketika nilai-nilai Ramadan terus hidup dalam keseharian. Dengan demikian, Idulfitri menjadi momentum untuk memperkuat komitmen spiritual yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....