Korsleting Kipas Angin, Laboratorium Komputer SMPN 1 Gempol Cirebon Terbakar

  • 20 Mar 2026 07:57 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Ruang laboratorium komputer di SMP Negeri 1 Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terbakar pada Kamis, 19 Maret 2026 pagi. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada salah satu kipas angin dinding di ruangan tersebut.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 10.12 WIB dari anggota Polsek Gempol.

"Setelah menerima laporan, armada dari Regu 2 Sektor Palimanan langsung meluncur ke lokasi. Api diperkirakan muncul pertama kali sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Eno Sujana dalam keterangannya, Kamis 19 Maret 2026.

Kronologi Kejadian

Api pertama kali muncul dari kipas angin dinding di ruang laboratorium komputer. Percikan api kemudian merembet ke bagian plafon hingga menyebabkan bara jatuh menimpa sejumlah perangkat komputer dan barang-barang di bawahnya.

Sebelum petugas pemadam tiba, upaya pemadaman mandiri sempat dilakukan oleh pihak sekolah. "Api sebenarnya sudah sempat diredam oleh anggota Polsek Gempol, penjaga sekolah, dan guru menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Namun, masih ada sisa bara di bagian atap yang menyala," ucapnya.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi pada pukul 10.31 WIB langsung melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam. Proses pendinginan dilakukan hingga pukul 11.44 WIB guna mengantisipasi munculnya titik api susulan.

Kerugian Materiil

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, kebakaran menghanguskan area seluas 72 meter persegi. Sejumlah aset sekolah dilaporkan rusak berat, di antaranya:

10 set komputer,

1 buah kipas angin dinding, serta material bangunan (plafon).

"Kendala di lapangan adalah akses jalan yang sempit menuju lokasi. Namun, situasi saat ini sudah aman terkendali. Untuk total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan," kata Eno.

Sebanyak 16.428 meter persegi luas bangunan sekolah lainnya berhasil diselamatkan dari rambatan api. Saat ini, aktivitas di area terdampak telah disterilisasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....