Yayasan Al Bahjah Kembangkan Pertanian Purba Berbasis Sampah Organik
- 08 Mar 2026 19:32 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Inovasi pemanfaatan sampah organik mulai dikembangkan sebagai solusi alternatif dalam mengurangi limbah sekaligus mendukung sektor pertanian. Salah satunya dilakukan melalui penerapan metode pertanian purba berbasis sampah dapur yang dikembangkan di lingkungan Yayasan Al Bahjah.
Metode tersebut memanfaatkan limbah dapur yang biasanya terbuang menjadi pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi. Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum produktif.
Aplikator Pertanian Yayasan Al Bahjah, Ustadz Alinoer, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari kondisi sampah dapur di lingkungan pondok yang terus bertambah serta adanya lahan wakaf yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut kemudian mendorong pihaknya mencari solusi agar sampah yang ada dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan.
“Nah alhamdulillah sekarang sudah mungkin kalau hitungan hari sih sudah 60 hari aplikasi sampah dapur kita dipakai menjadi pupuk organik di salah satu program pertanian padi berbasis organik. Itu disebut pertanian purba,” ujarnya kepada RRI Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa metode pertanian purba dilakukan tanpa menggunakan sistem pengairan seperti pada sawah pada umumnya. Melalui teknik tersebut, padi dapat ditanam dengan memanfaatkan pupuk organik berbasis sampah dapur sebagai sumber nutrisi utama bagi tanaman.
Menurutnya, pemanfaatan sampah dapur sebagai pupuk organik dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah yang sebelumnya kurang produktif. Selain itu, metode ini juga dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.
“Sampah dapur paling baik, karena mengandung unsur-unsur kata profesor ya, yang memang menjadi pendamping kami. Itu membuat tumbuhan itu cepat, dengan sangat cepat berkembang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tanaman padi yang ditanam melalui metode tersebut telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik setelah sekitar dua bulan masa tanam. Ke depan, metode ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....