Cuaca dan Modal Alat Tangkap Jadi Kendala Nelayan Gebang Mekar

  • 07 Mar 2026 11:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Nelayan di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan aktivitas melaut. Kondisi cuaca yang tidak menentu serta kebutuhan modal yang cukup besar menjadi kendala utama bagi para nelayan.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Gebang Mekar, Syaefurrohman, mengatakan perubahan cuaca yang sulit diprediksi membuat nelayan tidak selalu dapat melaut setiap hari. “Kebanyakan kendalanya itu karena cuaca yang kurang menentu,” ujarnya saat dihubungi RRI pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Ia juga menambahkan, bahwa nelayan harus mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum berangkat melaut. Selain faktor cuaca, nelayan juga membutuhkan alat tangkap khusus untuk menangkap rajungan.

Alat tangkap tersebut berupa bubu yang dikenal ramah lingkungan namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dalam satu perahu, nelayan bisa menggunakan lebih dari seribu bubu untuk mendapatkan hasil tangkapan yang optimal.

Biaya pembelian alat tangkap tersebut bahkan dapat mencapai puluhan juta rupiah. Tidak hanya alat tangkap, nelayan juga harus menyiapkan biaya operasional yang cukup besar setiap kali melaut.

Biaya tersebut digunakan untuk membeli solar, umpan, serta kebutuhan logistik selama berada di laut. Sebagian besar nelayan di wilayah tersebut menggunakan perahu kecil dengan kapasitas sekitar 3 hingga 5 Gross-Tonage (GT).

Dengan ukuran perahu tersebut, aktivitas melaut biasanya dilakukan dalam sistem one day fishing atau melaut selama satu hari. Syaefurrohman menjelaskan biaya operasional melaut bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah dalam satu perjalanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....