DKPP Cirebon Dukung Kesejahteraan Nelayan lewat Penguatan Usaha
- 05 Mar 2026 10:04 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Penguatan literasi dan kemandirian keuangan nelayan pesisir Gebang Mekar terus menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon menilai kolaborasi dengan lembaga keuangan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem usaha perikanan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan dan Pengawasan DKPP Kabupaten Cirebon, Teguh Budiman, SE, menyampaikan apresiasi atas inisiasi kegiatan literasi keuangan yang digelar di wilayah pesisir tersebut. “Sebelumnya kami akan menyampaikan dulu apresiasi yang setinggi-tingginya kepada OJK Cirebon yang sudah menginisiasi acara di Gebang Mekar sangat luar biasa ini,” ujarnya dalam Dialog Cirebon Menyapa pada Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan, DKPP sebagai perwakilan pemerintah daerah berkomitmen mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan melalui penguatan ekosistem usaha perikanan. Pendekatan yang dilakukan difokuskan pada pembinaan kelembagaan agar kelompok nelayan dapat meningkatkan produktivitas serta efektivitas usaha para anggotanya secara kolektif.
Menurutnya, pembentukan dan penguatan kelompok usaha bersama menjadi strategi penting agar pembinaan tidak berjalan secara individu, melainkan berbasis komunitas. Dengan pola tersebut, akses terhadap bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, dapat difasilitasi secara lebih terarah bagi nelayan perikanan tangkap.
Teguh menambahkan, bentuk pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas penguatan kelembagaan, tetapi juga mencakup pembinaan manajemen keuangan keluarga nelayan. Program tersebut telah dilaksanakan dalam beberapa kesempatan meskipun jumlah pesertanya masih terbatas.
“Ya, kita sudah pernah melakukan kegiatan yang dimaksud ya, pembinaan baik terkait pengelolaan keuangan keluarga yang dilaksanakan dua kali, di mana setiap kali kita mengadakan acara itu memang masih terbatas sebanyak 40 peserta,” katanya.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan nelayan. Dirinya berharap pemahaman mengenai manajemen keuangan dan pencatatan usaha dapat semakin luas diterapkan sehingga usaha perikanan masyarakat pesisir dapat tumbuh lebih profesional dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....