Barongsai Naga Mas Meriahkan Cap Go Meh di Vihara Dewi Welas Asih
- 04 Mar 2026 10:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Perayaan Cap Go Meh yang merupakan hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek digelar meriah di Vihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan tersebut diisi berbagai penampilan seni dari anak-anak serta atraksi barongsai yang memukau masyarakat.
Suasana vihara tampak dipadati warga yang antusias menyaksikan rangkaian acara Cap Go Meh sebagai penutup perayaan Imlek tahun ini. Selain menjadi tradisi budaya Tionghoa, momentum tersebut juga menjadi ajang mempererat kebersamaan lintas masyarakat di Kota Cirebon.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah atraksi dari Perguruan Barongsai Naga Mas Kota Cirebon yang bermarkas di Kelenteng Talang. Ketua Tim Perguruan Barongsai Naga Mas Kota Cirebon, Bastian, mengatakan persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum perayaan berlangsung.
“Dari barongsai Naga Mas Kota Cirebon, kita ada home base di Kelenteng Talang, kita sebenarnya setiap malam Imlek itu persiapan kurang lebih 3 sampai 4 bulan,” ujarnya kepada RRI. Ia menjelaskan, latihan rutin dilakukan untuk memastikan kekompakan dan kualitas pertunjukan tetap terjaga saat tampil di berbagai agenda Imlek hingga Cap Go Meh.
Dalam perayaan Cap Go Meh kali ini, tim Barongsai Naga Mas menurunkan enam barongsai dengan total sekitar 20 personel yang terlibat dalam pertunjukan. Atraksi yang ditampilkan terdiri dari barongsai lantai dan barongsai meja yang masing-masing memiliki karakteristik gerakan berbeda.
Menurut Bastian, barongsai lantai lebih menonjolkan permainan berpasangan atau couple, sementara barongsai meja merupakan barongsai tradisional yang membutuhkan teknik dan keseimbangan tinggi. Ia juga menyebut bahwa barongsai kini telah masuk dalam federasi olahraga Indonesia sehingga pembinaannya semakin terstruktur.
Selama masa persiapan tiga hingga empat bulan, tim tidak lepas dari berbagai kendala terutama dalam mengatur waktu latihan karena sebagian anggota masih bersekolah dan bekerja. “Kalau kendala sih ada aja, karena ada yang sekolah, ada yang kerja, jadi kita minimalisir waktu latihan seminggu sekali di hari Rabu,” katanya.
Meski tahun ini perayaan Cap Go Meh tidak disertai arak-arakan siang hari karena bertepatan dengan bulan puasa, Bastian berharap tradisi tersebut tetap dapat berlangsung meriah di tahun-tahun mendatang. Ia optimistis perayaan budaya seperti ini akan terus menjadi ruang ekspresi seni sekaligus memperkuat toleransi dan keberagaman di Kota Cirebon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....