GPM Ramadan 2026 Digelar di 15 Kecamatan, Diskatan Kuningan Stabilkan Harga Pangan

  • 26 Feb 2026 16:02 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 15 kecamatan selama Ramadan 2026. Program ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan saat permintaan masyarakat meningkat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengatakan GPM merupakan bagian dari program stabilisasi pangan yang telah dirancang sejak tahun lalu. “Biasanya saat Ramadan terjadi peningkatan permintaan yang berdampak pada kenaikan harga, sehingga pemerintah hadir melalui Gerakan Pangan Murah agar masyarakat tetap tenang beribadah,” ujarnya pada RRI Kamis, 26 Februari 2026.

Menurutnya, komoditas yang dijual dalam GPM lebih murah dibandingkan harga pasar dengan selisih Rp5.000 hingga Rp25.000 per komoditas. Bahkan untuk daging sapi yang di pasaran mencapai Rp145.000 hingga Rp150.000 per kilogram, di GPM dijual Rp120.000 per kilogram.

Ia menjelaskan, komoditas seperti beras, cabai, bawang, sayur, dan telur dipasok langsung dari petani serta gabungan kelompok tani di Kabupaten Kuningan. Skema ini dilakukan untuk memotong rantai distribusi sekaligus menjaga kesejahteraan petani lokal.

Selain menyasar Ramadan, GPM juga akan digelar pada momen Idul Adha, Hari Jadi Kuningan, dan Natal sebagai langkah preventif pengendalian inflasi daerah. “Target kami minimal 32 kali pelaksanaan dalam setahun agar setiap kecamatan mendapatkan giliran,” kata Wahyu.

Pelaksanaan tahun ini awalnya dirancang 15 kali di 15 kecamatan, namun ditambah satu kali atas arahan Bupati Kuningan. Tambahan tersebut akan digelar di Pendopo Kabupaten Kuningan agar masyarakat di pusat kota juga merasakan manfaat GPM.

Untuk menjamin harga tetap lebih murah dari pasar, Diskatan memberikan fasilitasi distribusi pangan atau subsidi pada setiap pelaksanaan. Setiap kegiatan menyiapkan sekitar tujuh ton komoditas, termasuk tiga ton beras dan ribuan liter minyak goreng.

Wahyu menegaskan GPM tidak hanya intervensi di hilir, tetapi juga diperkuat dari sisi hulu melalui peningkatan produksi pertanian lokal. “Kami ingin menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong produksi petani Kuningan agar ekonomi daerah tetap bergerak,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....