Pasokan berkurang, Harga Cabai Tinggi di Pasar Jagasatru

  • 21 Feb 2026 11:56 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Harga cabai di pasar tradisional Kota Cirebon mengalami lonjakan sejak awal Ramadan akibat terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi. Kondisi cuaca yang tidak menentu disebut menjadi faktor utama terganggunya distribusi komoditas hortikultura tersebut.

Pantauan RRI di Pasar Jagasatru menunjukkan kenaikan paling terasa pada cabai keriting dan cabai rawit. Komoditas ini menjadi kebutuhan dapur harian sehingga pergerakan harganya cepat dirasakan masyarakat.

Salah satu pedagang cabai, Depi, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026. Lonjakan harga berlangsung bertahap seiring menipisnya pasokan.

“Empat puluh lima ribu,” ujarnya saat menjelaskan kenaikan harga cabai keriting dibanding kondisi normal, Sabtu, 21 Februari 2026.

Selain cabai keriting, harga cabai rawit merah juga melonjak tajam. Dari kisaran Rp80–90 ribu per kilogram, kini berada di angka Rp120–130 ribu. Menurut Depi, hujan berkepanjangan di wilayah produksi membuat hasil panen berkurang. Dampaknya, distribusi cabai ke pasar menjadi tidak maksimal.

“Ya itu, itu cuaca sih. Dari di sananya itu,” katanya.

Cabai yang dipasarkan sebagian besar berasal dari wilayah Majalengka, terutama sentra pertanian Cikijing. Saat kondisi normal pasokan bisa mencapai sekitar satu ton, namun kini hanya berkisar setengahnya sehingga harga terdorong naik.

Meski harga meningkat, permintaan masyarakat tetap tinggi karena cabai merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Pedagang memperkirakan kenaikan harga masih berpotensi bertahan hingga mendekati Lebaran jika pasokan belum kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....