Selama Ramadan, Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sebulan
- 20 Feb 2026 15:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, seluruh jalur pendakian di kawasan Gunung Ciremai resmi ditutup mulai 20 Februari hingga 20 Maret 2026. Kebijakan tersebut diberlakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem sekaligus pemulihan ekosistem di tengah puncak musim hujan.
Kepala BTNGC, Toni Anwar, menegaskan penutupan berlaku untuk seluruh aktivitas wisata pendakian tanpa pengecualian, baik dari jalur Kabupaten Kuningan maupun Majalengka. Jalur pendakian direncanakan kembali dibuka pada 21 Maret 2026 apabila kondisi dinilai aman.
“Penutupan ini dilakukan bertepatan dengan puncak musim hujan di Jawa Barat, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap disertai peningkatan risiko bencana hidrometeorologi di kawasan pegunungan,” kata Toni , Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, faktor keselamatan menjadi prioritas utama selama Ramadan. Intensitas hujan tinggi berpotensi memicu longsor, jalur licin, pohon tumbang, hingga gangguan visibilitas di sejumlah titik pendakian.
“Dalam situasi cuaca yang tidak stabil, aktivitas pendakian di medan terjal memiliki risiko tinggi. Karena itu, mulai 20 Februari 2026 seluruh akses resmi ditutup sepenuhnya,” ujarnya.
Gunung setinggi 3.078 meter di atas permukaan laut itu merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dan berada di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Pada musim liburan maupun akhir pekan panjang, jumlah pendaki biasanya meningkat signifikan.
Selain pertimbangan keselamatan, penutupan selama Ramadan juga dimanfaatkan sebagai periode pemulihan lingkungan. Tingginya intensitas kunjungan dalam beberapa bulan terakhir dinilai memberi tekanan terhadap vegetasi bawah, struktur tanah, serta jalur setapak yang rawan erosi.
Periode tanpa aktivitas pendakian memungkinkan tanah yang terpadatkan kembali menyerap air secara optimal. Tutupan vegetasi di sepanjang jalur juga memiliki kesempatan untuk tumbuh tanpa gangguan.
“Langkah penutupan musiman ini bukan kali pertama dilakukan. Saat kondisi cuaca ekstrem atau kawasan membutuhkan waktu pemulihan ekologis, kami terapkan kebijakan serupa,” ucapnya mengungkapkan.
BTNGC mengimbau masyarakat dan komunitas pendaki untuk mematuhi kebijakan tersebut serta tidak mencoba memasuki kawasan secara ilegal selama Ramadan. Pengawasan akan ditingkatkan guna mencegah aktivitas pendakian tanpa izin.
Bagi calon pendaki yang telah memesan tiket pada periode 20 Februari hingga 20 Maret 2026, pengelola meminta segera melakukan konfirmasi untuk penjadwalan ulang agar tidak terjadi penumpukan saat jalur kembali dibuka usai Ramadan.
Pengelola berharap kebijakan tersebut dapat dipahami sebagai langkah preventif demi menjaga keselamatan pendaki dan kelestarian alam, sehingga ketika aktivitas pendakian kembali dibuka, kondisi kawasan tetap terjaga dan siap menyambut pengunjung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....