Jaswita Jabar Akomodasi Aspirasi Desa Penyangga Waduk Darma

  • 20 Feb 2026 14:54 WIB
  •  Cirebon

RRI. CO. ID, Kuningan - Setelah melalui aksi massa dan audiensi yang berlangsung dinamis, manajemen PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi aspirasi sembilan desa penyangga kawasan Waduk Darma.

Direktur Utama Jaswita Jabar, Gun Gun Saptari Hidayat, menegaskan bahwa perusahaan terbuka terhadap kolaborasi yang inklusif selama tetap berada dalam koridor regulasi dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

“Penting bagi kami untuk menjaga harmoni dan memastikan setiap langkah kolaborasi memiliki payung hukum yang kuat,” ujarnya setelah pertemuan bersama perwakilan desa, Kamis 19 Desember 2026.

Manajemen juga mengklarifikasi bahwa kerja sama yang selama ini berjalan dengan salah satu desa bukanlah bentuk monopoli, melainkan hasil dari pengajuan resmi yang lebih dahulu dilakukan oleh BUMDes setempat.

“Saat ini baru BUMDes Jagara yang mendekat untuk kerja sama. Jagara juga tidak diberikan privilege, mereka harus melalui tahapan kerja sama seperti surat minat, proposal, hingga kajian analisa bisnis,” jelas pihak manajemen.

Sebagai tindak lanjut, Jaswita membuka peluang bagi seluruh desa penyangga untuk mengajukan proposal kerja sama bisnis melalui BUMDes masing-masing. Selain itu, perusahaan mendorong skema pengajuan CSR secara kolektif guna mempermudah koordinasi dan pemerataan manfaat.

Kepala Desa Cikupa, Meli Pemilia, menyambut hasil audiensi tersebut dengan rasa syukur. Ia menilai perjuangan yang dimulai dari aksi warga kini mulai menunjukkan hasil konkret.

“Saya sangat bersyukur sekali. Apa yang menjadi tuntutan kita kemarin, akhirnya direalisasi juga oleh pihak Jaswita. Tuntutan utama untuk melibatkan BUMDes dari setiap desa penyangga dalam kegiatan ekonomi di Waduk Darma kini telah diakomodir,” ungkapnya kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa meski sempat berjuang sendiri di awal, kini seluruh desa penyangga berpotensi merasakan dampak kebijakan baru tersebut.

“Walaupun kemarin saya aksi sendiri, pada akhirnya delapan desa penyangga juga bisa menikmati hasilnya. Tidak ada yang sia-sia. Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan untuk semua warga masyarakat,” pungkasnya.

Dengan adanya komitmen baru tersebut, babak selanjutnya akan ditentukan oleh keseriusan desa-desa penyangga dalam menyusun proposal bisnis yang matang, serta konsistensi Jaswita dalam menjalankan komitmen inklusifnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....