Tradisi Sembahyang Leluhur Masih Dilaksanakan Sebagian Warga Tionghoa

  • 16 Feb 2026 13:33 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Tradisi sembahyang leluhur masih dilestarikan sebagian masyarakat Tionghoa di Cirebon sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal dunia. Ritual ini dilakukan dengan membersihkan rumah serta menyiapkan altar khusus di dalam kediaman masing-masing.

Di atas meja altar biasanya diletakkan foto leluhur yang telah wafat sebagai simbol penghormatan. Keluarga kemudian menyiapkan berbagai sajian makanan dan minuman untuk dipersembahkan.

Pada waktu tertentu, keluarga berkumpul untuk memanjatkan doa bersama. Mereka menyampaikan rasa syukur serta harapan agar keluarga yang masih hidup diberikan kesehatan dan keberkahan.

Humas Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Cirebon Halim Eka Wardhana mengatakan, Selain doa bersama, sebagian keluarga juga membakar dupa dan mempersembahkan bunga sebagai simbol penghormatan. Ada pula yang membakar uang kertas khusus sebagai perlambang mengirimkan rezeki kepada leluhur.

“Anak-anak juga ikut serta dalam doa tersebut. Selain itu, ada yang mempersembahkan bunga dan membakar dupa sebagai simbol penghormatan,” ujar Halim Eka Wardhana pada Senin, 16 Februari 2026.

Halim Eka mengatakan tradisi tersebut merupakan bagian dari nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Ia menyebut praktik itu lebih dimaknai sebagai penghormatan kepada orang tua dan leluhur.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah pantangan yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai simbol keberuntungan. Misalnya tidak menyapu rumah karena dianggap membuang rezeki, serta ada pedagang yang memilih tidak membuka usaha pada hari peringatan.

“Ada pula pantangan-pantangan yang dipercaya sebagai simbol, misalnya tidak boleh menyapu rumah karena dianggap membuang rezeki,” ucapnya.

Meski demikian, Halim menegaskan pelaksanaan tradisi bergantung pada keyakinan masing-masing keluarga. Sebagian warga yang telah memeluk agama tertentu tidak lagi menjalankan ritual tersebut dan tetap menghormatinya sebagai bagian dari budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....