Pergerakan Tanah di Malausma Majalengka, Puluhan Warga Mengungsi
- 14 Feb 2026 09:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Aktivitas pergerakan tanah yang semula nyaris tak terdengar kini menjelma menjadi ancaman nyata di Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Peristiwa ini memicu kerusakan serius pada permukiman warga dan meningkatkan risiko longsor susulan.
Sejak dini hari, Jumat, 13 Februari 2026, tanah yang terus bergerak perlahan mulai meninggalkan jejak kerusakan. Dinding rumah retak, lantai bergeser, dan struktur bangunan melemah.
Ketegangan menyelimuti kawasan permukiman saat warga menyadari rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung tak lagi sepenuhnya aman.
Di tengah situasi darurat tersebut, Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi bersama tim BPBD Kabupaten Majalengka turun langsung ke lokasi terdampak pada Jumat malam.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kondisi warga sekaligus memimpin langkah tanggap darurat. Akibat pergerakan tanah, sebanyak 19 rumah warga mengalami keretakan serius pada bagian dinding. Enam rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.
"Total 80 jiwa dari 35 kepala keluarga terdampak langsung oleh bencana tersebut," ujar Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, Sabtu ,14 Februari 2026
Hasil kajian teknis BPBD mencatat retakan tanah membentang sepanjang kurang lebih 150 meter. Ancaman semakin besar seiring prakiraan curah hujan tinggi yang dirilis BMKG, yang berpotensi memperparah kondisi tanah labil di kawasan tersebut.
Menurut AKBP Rita Suwadi, kondisi tanah yang tidak stabil meningkatkan risiko pergerakan lanjutan dan menempatkan wilayah itu dalam kategori rawan bencana.
"Jika pergerakan tanah berlanjut, kawasan ini berpotensi mengancam hingga 128 rumah dengan 517 jiwa yang berada di zona bahaya,” ucapnya.
Di hadapan warga, Kapolres AKBP Rita Suwadi menegaskan bahwa keselamatan jiwa merupakan prioritas utama.
"Kami menghimbau warga untuk bersedia mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan kajian teknis BPBD, rumah yang terdampak maupun terancam tidak layak dihuni selama tanah masih bergerak. Keselamatan warga adalah yang utama,” katanya menegaskan.
Aparat gabungan di Kabupaten Majalengka kini terus bersiaga, menyiapkan evakuasi dan tenda darurat bagi keluarga terdampak. Di tengah ancaman alam yang bergerak senyap, upaya penyelamatan berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh warga tetap aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....