Ribuan Jamaah Sambut Ramadan Bersama Pasha Ungu di Al-Mizan Majalengka

  • 13 Feb 2026 11:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Langit Jatiwangi diselimuti mendung tipis ketika ribuan langkah memadati halaman Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Kamis 12 Februari 2026. Hujan yang turun perlahan justru menambah khusyuk suasana.

Dari panggung sederhana bertajuk Marhaban Ya Ramadhan, lantunan shalawat bersatu dengan gema takbir, menandai datangnya momentum spiritual yang ditunggu umat Islam: bulan suci Ramadan.

Kehadiran Pasha Ungu menjadi magnet yang menggerakkan ribuan masyarakat Majalengka sejak pagi. Vokalis grup band Ungu itu membawakan sejumlah lagu religi yang sarat pesan moral.

Suara musik berpadu dengan doa, menciptakan atmosfer religius yang hangat, bukan sekadar konser, melainkan ruang dakwah yang hidup. Di tengah rintik hujan, santri, keluarga, dan masyarakat tetap bertahan.

Mereka bernyanyi, bershalawat, dan mengangkat tangan dalam doa bersama. Kebersamaan itu menjadi simbol kuat persatuan pesantren dan masyarakat dalam menyambut Ramadan.

Pasha menekankan bahwa Ramadhan adalah titik balik spiritual bagi umat Islam. Sebagai anggota DPR RI Komisi VIII, ia mengapresiasi peran pesantren dalam menghadirkan dakwah yang menyejukkan.

"Ramadan momentum meningkatkan keimanan, memperkuat kepedulian sosial, dan mempererat ukhuwah. Saya mengapresiasi Al-Mizan yang menghadirkan dakwah yang merangkul semua kalangan," ujarnya di hadapan jamaah.

Pimpinan pesantren, Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi dakwah yang membumi. Menurutnya, pesantren harus menjadi ruang kebersamaan, bukan sekadar lembaga pendidikan agama.

Ramadan adalah bulan penyucian diri dan penguatan ukhuwah. Melalui seni, shalawat, dan kebersamaan, kita ingin menghadirkan Islam yang sejuk dan menyatukan," tuturnya.

Acara Marhaban Ya Ramadan di Majalengka ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi lintas generasi, tokoh masyarakat, pemuda, hingga keluarga santri menyatu dalam satu majelis.

Hujan yang mengguyur tak memecah konsentrasi, justru memperdalam rasa syukur. Ketika lagu terakhir dilantunkan, ribuan suara ikut menyatu, menutup sore dengan doa dan harapan.

Melalui kegiatan ini, Ponpes Al-Mizan berharap nilai kebersamaan dan kepedulian sosial semakin mengakar. Ramadan tidak hanya disambut sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai gerakan hati, membersihkan diri, memperkuat solidaritas, dan menyalakan semangat berbagi kepada sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....