DPPKBP3A Kuningan Percepat Layanan KB lewat One Day One Service

  • 12 Feb 2026 14:21 WIB
  •  Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kuningan terus memperkuat komitmennya dalam membangun ketahanan keluarga melalui berbagai program strategis. Salah satu terobosan terbaru di tahun 2026 adalah inovasi pelayanan KB bertajuk “One Day One Service” yang dirancang untuk mempercepat dan mempermudah akses layanan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan Deniawan saat menjadi narasumber dalam program Jabar Hari Ini di Command Center Kuningan, Rabu, 11 Februari 2026 . Program tersebut merupakan kerja sama TVRI Jawa Barat dan Diskominfo Kabupaten Kuningan yang telah berjalan selama tiga tahun.

Dalam sesi dialog, Deniawan menegaskan inovasi One Day One Service merupakan langkah konkret untuk memangkas alur birokrasi pelayanan KB agar lebih efektif dan responsif. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program KB sekaligus menjaga angka kelahiran tetap terkendali sesuai target daerah.

“Inovasi di tahun 2026, DPPKB memiliki inovasi one day one service untuk pelayanan KB, dimana dalam satu hari setelah memberikan KIE kepada calon akseptor akan dilakukan pemasangan alat kontrasepsi, jadi tidak menunggu waktu yang lama dan memotong alur birokrasi," ujar Deniawan.

Deniawan menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat desa. Kabupaten Kuningan memiliki 376 desa dan kelurahan yang harus terjangkau program.

“Kami di Kabupaten Kuningan ini ada 376 desa kelurahan. Nah, bagaimana cara memastikan bahwa pelayanan kami sampai ke desa kelurahan tersebut? Nah, kami punya di masing-masing kecamatan atau di tiap dua kecamatan, satu yang namanya UPTD,” katanya.

Di bawah UPTD, terdapat tenaga lapangan seperti Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang bertugas langsung membina desa-desa. Setiap petugas rata-rata membina dua hingga tiga desa agar seluruh wilayah dapat terlayani.

“Existing hari ini kami punya penyuluh ada 135 orang, dimana dalamnya semuanya ASN. ASN ada yang P3K ada yang PNS. Nah itu strateginya kami tentunya membagi habis. Semua penyuluh baik itu P3K maupun PNS kita bagi,” ucapnya.

Ia memastikan, dengan sistem pembagian desa binaan tersebut, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan dapat tercover oleh tenaga lapangan yang ada.
Dalam upaya menekan angka kelahiran remaja dan mendorong pendewasaan usia perkawinan, DPPKBP3A juga menggandeng berbagai mitra, termasuk program Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi dan Komunikasi Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah.

“Kami punya mitra yang namanya Genre itu generasi berencana. Nah mereka aktif mensosialisakan atau promosi terkait dengan pendewasaan usia perkawinan,” kata Deniawan.

Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya usia minimal perkawinan, yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki, sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Melalui penguatan struktur hingga tingkat desa, optimalisasi tenaga lapangan, serta inovasi pelayanan cepat melalui One Day One Service.

DPPKBP3A Kabupaten Kuningan menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan pendekatan yang lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi, program ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat capaian program kependudukan dan keluarga berencana di Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan rilis Pemkab Kuningan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....