Gubernur Jawa Barat Kembalikan Tata Ruang Hijau Jabar
- 12 Feb 2026 14:13 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Konsep pembangunan berbasis nilai budaya dan spiritual menjadi sorotan dalam Peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan gagasan tersebut saat memberikan sambutan di Pendopo Gedung Negara Kabupaten Majalengka, Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, Dedi memperkenalkan konsep “Papat Kalima” sebagai dasar pembangunan Jawa Barat. Ia menyebut nilai tersebut sebagai integrasi antara budaya, kebangsaan, dan ketuhanan.
“Apa itu papat kalima? Itu adalah sistem nilai di mana manusia terintegrasi secara paripurna antara aspek kebudayaan, aspek kebangsaan, dan aspek ketuhanan,” ujarnya pada sambutannya.
Menurutnya, nilai leluhur Sunda selalu mengajarkan tiga hal utama, yakni budaya, bangsa, dan tauhid. Ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan dalam membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
Ia menjelaskan, unsur tanah, air, udara, dan matahari menjadi fondasi kehidupan yang menyatu dengan manusia. Konsep tersebut dalam Bahasa Sunda dikenal sebagai rawayan jati dan dalam Islam disebut insan kamil.
Dedi juga menyoroti perubahan tata ruang di Jawa Barat yang dinilai mengurangi kawasan hijau hingga jutaan hektare. Ia menegaskan telah mengembalikan tata ruang sesuai jati diri pembangunan berbasis lingkungan.
“Tata ruang di Jabar yang menghilangkan jutaan hektare kawasan hijau berpotensi menimbulkan bencana, maka saya kembalikan pada jati dirinya,” katanya.
Ia berharap Majalengka mampu membangun peradaban berbasis nilai Sunda yang menyatu dengan alam. Tema “Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE” dinilai selaras dengan konsep tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....