Dedi Mulyadi Integrasikan Lingkungan dan Pengentasan Kemiskinan
- 11 Feb 2026 21:09 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kerusakan daerah hulu sebagai salah satu persoalan utama di Jawa Barat. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi Majalengka ke-186 Tahun 2026, Rabu, 11 Februari 2026, di Pendopo Gedung Negara Kabupaten Majalengka.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE”. Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan arah kebijakan pembangunan berbasis lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Dedi, kerusakan hulu sungai dan kawasan pegunungan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di hilir. Karena itu, penyelesaian masalah lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Salah satu problem di Jawa Barat itu rusaknya daerah-daerah hulu, hulu sungai dan daerah pegunungan,” ujarnya pada sambutannya. Ia menegaskan kawasan seperti Gunung Ciremai dan Gunung Gede mulai menjadi fokus penanaman kembali.
Dedi menjelaskan, program penanaman pohon dilakukan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Warga yang menanam pohon akan digaji selama empat tahun sebagai bagian dari skema pemberdayaan ekonomi.
“Satu orang harus menggarap dua hektar dengan upah 1,5 juta sampai 2,5 juta rupiah per bulan,” katanya. Skema tersebut dinilai sebagai cara mengentaskan kemiskinan sekaligus memperbaiki kerusakan hutan.
Ia menegaskan pendekatan yang dilakukan bukan sekadar proyek reboisasi biasa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggabungkan program lingkungan dengan strategi penanggulangan kemiskinan.
Menurutnya, penanaman difokuskan di puncak gunung dan daerah resapan air sebagai pusat peradaban sungai di Jawa Barat. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....