Hari Jadi ke-186, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi Majalengka

  • 11 Feb 2026 20:03 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Di bawah langit yang tenang dan bertepatan di bulan Februari, Pendopo Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi saksi sebuah momen yang sarat makna sejarah.

Rapat Paripurna DPRD digelar khidmat untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186, Rabu, 11 Februari 2026, menandai babak baru perjalanan daerah yang kini memiliki pijakan historis yang diperkuat secara akademik dan hukum.

Dalam sambutannya, Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni administratif, melainkan ruang refleksi kolektif untuk menilai arah pembangunan dan mempertegas komitmen kesejahteraan rakyat.

Pemerintah Kabupaten Majalengka secara resmi menetapkan 11 Februari sebagai hari lahir daerah melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025, hasil kajian sejarah mendalam yang dipimpin Guru Besar Unpad Prof. Dr. Hj. Nina Herlina.

Penetapan tanggal tersebut, menurut Bupati, menjadi fondasi identitas yang memperkuat jati diri Majalengka sekaligus mengakhiri perbedaan pandangan historis yang berlangsung selama bertahun-tahun.

"Langkah ini diposisikan sebagai ikhtiar moral dan kultural untuk menata masa depan pembangunan yang lebih terarah," ujar Bupati Eman Suherman.

Di usia ke-186, Kabupaten Majalengka mencatat sejumlah indikator pembangunan yang menonjol. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 mencapai 9,01 persen, menempatkan Majalengka sebagai daerah dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Jawa Barat.

Kemudahan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik mendorong investasi hingga Rp3,4 triliun sepanjang 2025. Program perluasan kesempatan kerja melalui inisiatif MATA HATI berhasil menempatkan hampir 15 ribu tenaga kerja, termasuk penyandang disabilitas.

Dampaknya, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,62 persen, lebih rendah dari rata-rata provinsi. Di sektor sosial, gerakan infaq dan sedekah GEMA INSAN menghimpun lebih dari Rp2 miliar dengan puluhan ribu penerima manfaat.

Sementara di bidang infrastruktur, 88 persen jalan kabupaten telah berstatus mantap, ratusan ruang kelas diperbaiki, dan program bantuan rumah tidak layak huni mulai digulirkan pada awal 2026.

Komitmen lingkungan juga diperlihatkan melalui program GEBER JUM’AT yang konsisten membersihkan titik sampah liar dan daerah aliran sungai.

Di sisi ekonomi lokal, kebijakan "Bela dan Beli Produk UMKM" serta kewajiban penggunaan genteng Jatiwangi pada bangunan pemerintah menjadi strategi menjaga warisan industri rakyat.

Capaian tata kelola pemerintahan turut diperkuat dengan raihan opini WTP ke-12 kali berturut-turut, lonjakan indeks SPBE dengan predikat sangat baik, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,37 poin.

Inflasi daerah terkendali di angka 2,86 persen, sementara angka kemiskinan terus menurun. Memasuki 2026, Pemkab Majalengka menyiapkan program Quick Wins yang menyasar isu kemiskinan dan stunting melalui inovasi sosial berbasis desa, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Seluruh program ini akan diluncurkan sebagai penanda satu tahun kepemimpinan saat ini. Bupati menutup pidatonya dengan ajakan memperkuat kolaborasi lintas sektor. 

Semangat peringatan tahun ini dirangkum dalam tema: "Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE". Sebuah pesan bahwa sejarah bukan untuk dikenang semata, tetapi dijadikan bahan bakar untuk melaju lebih jauh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....