Peternak Cirebon Hadapi Kendala Serap Program Makan Bergizi
- 09 Feb 2026 23:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Keterlibatan peternak lokal dalam program Makan Bergizi masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kondisi ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha peternakan di Kota Cirebon.
Ketua Tim Kerja Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Cirebon, (DKPP) Adi Wihardi, SST, mengatakan belum semua peternak dapat terhubung langsung dengan program MBG. Padahal, program tersebut digadang-gadang menyerap hasil produksi petani dan peternak lokal.
Adi menjelaskan, Kota Cirebon sendiri mendapatkan dua unit bantuan, masing-masing ditempatkan di Kelompok Tani Ternak Harapan Kita di Kelurahan Argasunya. Tepatnya di Kedung Mendeng, dan satu lagi di Kelompok Tani Ternak Tunas Karya Bakti. Masing-masing kelompok menerima sekitar 600 ekor ayam.
“Alhamdulillah, saat ini sudah berproduksi dengan hasil sekitar 25 sampai 29 kilogram telur per hari dari 600 ekor, artinya sudah mencapai kurang lebih 90 persen dari target produksi” ucap Adi pada RRI Selasa, 9 Februari 2026.
Namun, ketika dikaitkan dengan program MBG, ternyata syaratnya cukup banyak. Padahal sering disampaikan bahwa Badan Gizi Nasional atau pihak terkait menyatakan hasil peternak dan petani harus diserap.
“Padahal digembor gembor kan bahwa pihak dari Badan Gizi Nasional sendiri menyatakan harus diserap dari peternak, harus diserap dari petani,” ucapnya.
Menurut Adi, salah satu kendala utama adalah banyaknya persyaratan teknis yang harus dipenuhi peternak. Persyaratan tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi peternak skala kecil.
Ia mencontohkan, standar ukuran dan jumlah telur per kilogram menjadi salah satu hambatan. Akibatnya, hingga kini belum terjalin koneksi langsung antara peternak dengan pihak penyelenggara MBG maupun SPPG.
Selain itu, pelaku usaha peternakan juga mengeluhkan persoalan harga dalam rantai distribusi pangan. Tekanan harga dinilai dapat merugikan peternak dan pemotong hewan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....