Kualitas Susu Perah Dipengaruhi Iklim dan Bibit Unggul

  • 09 Feb 2026 22:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Produksi susu perah berkualitas tinggi tidak bisa dilepaskan dari kondisi iklim dan lingkungan peternakan. Wilayah dataran tinggi dengan suhu sejuk dinilai paling ideal untuk pengembangan sapi perah.

Ketua Tim Kerja Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kota Cirebon, Adi Wihardi, SST, mengatakan iklim menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas sapi perah. Menurutnya, suhu yang terlalu panas dapat menurunkan produksi susu secara signifikan.

Selain iklim, faktor bibit juga sangat menentukan kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan. Sapi perah yang digunakan umumnya berasal dari bangsa Bos taurus yang dikenal memiliki produksi susu tinggi.

“Yang namanya sapi perah itu kan bangsa Bos taurus yang memang sudah terspesifikasi sebagai penghasil susu terbanyak melebihi dari 15 liter keatas, biasanya yang paling bagus itu fries holland (Frisian Holstein) dari Belanda,” ujar Adi Wihardi, SST., pada RRI Selasa, 10 Februari 2026.

Adi Wihardi menyebutkan, pengembangan sapi perah di Indonesia pada awalnya banyak dilakukan di wilayah Pangalengan dan Lembang. Kondisi alam di wilayah tersebut dinilai sangat mendukung produktivitas sapi perah.

Faktor nutrisi juga menjadi aspek penting dalam menunjang produksi susu. Pakan hijauan berkualitas seperti king grass dan rumput gajah harus diberikan secara konsisten.

Selain hijauan, sapi perah juga membutuhkan konsentrat dengan kandungan protein tinggi. “Sapi perah itu diperlukan protein yang tinggi dalam kosentrat tersebut,” kata Adi.

Ia menegaskan, tanpa dukungan iklim, bibit unggul, dan nutrisi yang seimbang, sulit bagi peternak untuk menghasilkan susu berkualitas. Oleh karena itu, ketiga faktor tersebut harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan sapi perah nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....