Retret Dinkes: Dandim Kuningan Bicara Perang dan Kedaulatan Negara

  • 23 Jan 2026 21:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Komandan Kodim (Dandim) 0615/Kuningan, Letkol Arh Hafda Prima Agung, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada peserta Retret Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, di Bumi Perkemahan Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jumat (23/1/2026) siang.

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh 57 peserta yang merupakan Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kuningan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. Edi Martono, M.A.R.S., Pasi Ops Kodim 0615/Kuningan Kapten Kav Sutardi, serta jajaran peserta retret.

Dalam penyampaian materinya, Dandim 0615/Kuningan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan dan dinamika global saat ini.

“Bung Karno pernah menyampaikan bahwa perjuangan beliau lebih mudah karena melawan penjajah, sedangkan perjuangan kita jauh lebih sulit karena melawan bangsanya sendiri. Artinya, kita harus waspada terhadap hasutan pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Letkol Hafda Prima Agung.

Ia juga menyoroti kondisi global yang penuh ketidakpastian serta pentingnya pemimpin untuk selalu berpihak kepada rakyat.

"Kita bisa melihat bagaimana suatu negara kehilangan kedaulatannya ketika pemimpinnya tidak memihak rakyat. Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam, sehingga wajib kita jaga bersama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Terkait isu pertahanan negara, Dandim mengajak peserta untuk memiliki kesiapsiagaan nasional, termasuk dalam hal ketahanan pangan.

“Kita semua berdoa agar tidak terjadi perang, karena dampaknya sangat besar. Namun, jika itu terjadi, yang paling vital adalah logistik dan ketahanan pangan. Itulah sebabnya pemerintah sangat menekankan aspek tersebut,” ucapnya menjelaskan.

Selain itu, ia juga mengulas sejarah tatanan dunia pasca Perang Dunia, perang dingin, hingga perang ideologi yang dilakukan melalui propaganda terhadap suatu negara.

Dalam konteks pembangunan nasional, Dandim menegaskan pentingnya dukungan terhadap kebijakan pemerintah, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN).

"TNI diperintahkan untuk mendampingi dan mendorong PSN seperti percepatan MBG dan KDKMP. Meski dilakukan efisiensi anggaran, PSN harus tetap berjalan. Mari kita dukung pemerintah selama tidak bertentangan dengan UUD 1945,” katanya menegaskan.

Ia menutup materinya dengan mengingatkan kembali empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, M.A.R.S., menyampaikan bahwa kegiatan retret ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan para kepala puskesmas.

“Retret ini kami rancang untuk membangun karakter pemimpin tingkat puskesmas agar berwibawa, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi jajarannya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....