Ribuan Warga Meriahkan Tradisi Ngunjung Buyut Trusmi
- 25 Nov 2025 07:58 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Tradisi adat tahunan Ngunjung Buyut Trusmi kembali dipadati ribuan warga yang memenuhi Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang digelar pada Minggu (23/11/2025) itu disambut antusias oleh warga dari berbagai daerah yang datang untuk menyaksikan salah satu ritual budaya terbesar di wilayah Cirebon.
Antusias warga mulai memadati kawasan Trusmi terpantau sejak pagi. Bagi warga kabupaten Cirebon, perayaan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga momen untuk bersyukur, memanjatkan doa, dan mengenang jasa leluhur.
Dilansir dari postingan akun resmi Instagram @prokompin.cirebonkab, Ngunjung Buyut Trusmi merupakan tradisi turun temurun sebagai bentuk penghormatan kepada Buyut Trusmi, tokoh yang diyakini berjasa dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan serta membangun dasar kehidupan sosial masyarakat setempat. Tradisi ini memiliki makna filosofis yang kuat bagi masyarakat Cirebon.
Banyak perantau pulang ke kampung halaman untuk mengikuti rangkaian kegiatan, menjadikannya sebagai waktu berkumpul yang selalu dinantikan setiap tahun. Sepanjang acara berlangsung sangat meriah dengan menampilkan salah satunya tradisi arak-arakan budaya yang melibatkan masyarakat, dan para sesepuh.
Sepanjang area kegiatan, pedagang UMKM dan pasar rakyat turut ramai dikunjungi, menambah semarak suasana sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. Kepadatan warga tampak di berbagai akses menuju Trusmi, terutama di area gerbang lampu merah Trusmi.
Ribuan orang memenuhi jalanan untuk menyaksikan arak-arakan, sementara petugas keamanan dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas agar kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Antusiasme besar ini menunjukkan kuatnya ikatan budaya dan komitmen warga dalam menjaga warisan leluhur.
Kepada RRI salah satu warga setempat Maulida Sabrina (21) asal desa Gamel, turut memberikan tanggapannya mengenai pelaksanaan tradisi ini. Ia mengaku tahun ini keramaian terasa jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
“Saya tuh melihat keramaiannya tuh enggak ekspek, jadi keramaiannya jauh lebih besar daripada tahun sebelumnya, walaupun padat gitu suasananya tuh sangat meriah, dan emang terasa sekali nuansa tradisinya, dan banyak juga warga yang datang dari luar daerah, jadi emang wajar kalau misalnya penuh sekali,” ucapnya kepada RRI, Minggu (23/11/2025).
Lebih lanjut Maulida menambahkan bahwa dirinya merasakan adanya dampak lain yang menjadi langganan yakni kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“Menurut saya cukup berpengaruh, karena jalanannya jadi macet dan juga kita tuh harus jalan lebih pelan gitu ya, tapi karena tradisi ini juga penting, jadi saya rasa saya tuh masih bisa memaklumi, asalkan yaitu ada pengaturan lalu lintasnya yang ketat diperbaiki, supaya jalanannya itu tidak macet, jalannya acara itu tidak terlalu mengganggu pengguna jalan," ujarnya.
Ngunjung Buyut Trusmi terus menjadi tradisi penting yang menghidupkan kembali nilai sejarah, spiritualitas, dan identitas masyarakat Trusmi dari generasi ke generasi. (Sumber: Instagram @prokompin.cirebonkab/Evania Sema/IPB Cirebon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....