Cirebon Jadi Pusat Pembelajaran Budaya Jawa Barat
- 04 Nov 2025 19:42 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Kabupaten Cirebon resmi menjadi pusat pembelajaran budaya Jawa Barat setelah dipilih sebagai tuan rumah Program Sekolah Budaya 2025 yang digelar Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. Kegiatan ini berlangsung di halaman Museum Pangeran Cakrabuwana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Senin (3/11/2025).
Plt Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni mengatakan, Cirebon memiliki kekayaan budaya yang sangat kuat sehingga tepat dijadikan ruang belajar bagi pelajar dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. “Keberlimpahan warisan ini harus dimanfaatkan sebagai media edukasi generasi muda,” ujarnya.
Amin menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan di daerah. Program ini, lanjutnya, memberi ruang kreativitas bagi siswa SMA/SMK sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam merawat budaya lokal.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX dan Kemenbud yang telah membawa program strategis ini ke Kabupaten Cirebon. “Museum Pangeran Cakrabuwana kini menjadi pusat edukasi yang relevan karena memiliki koleksi seni, tradisi, dan sejarah Cirebon. Museum ini juga dibuka gratis agar mudah diakses generasi muda,” ucapnya..
Ketua BPK Wilayah IX, Retno Raswaty, menyebut Kabupaten Cirebon dipilih karena memiliki ekosistem budaya yang lengkap serta mampu mendukung proses pembelajaran lapangan. “Kehadiran situs-situs sejarah memudahkan peserta mengenali akar budaya Jawa Barat,” katanya.
Retno menjelaskan, peserta Sekolah Budaya 2025 dipilih dari lebih 300 calon siswa dengan 30 sekolah mewakili 27 kabupaten/kota. Kota dan Kabupaten Cirebon mendapatkan kuota lebih besar sebagai tuan rumah. “Pola pencampuran peserta lintas daerah dilakukan untuk memperkuat kolaborasi, adaptasi, dan kreativitas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi (PKT) Kemenbud, Restu Gunawan, menilai Cirebon sangat ideal sebagai laboratorium budaya karena memiliki objek pemajuan kebudayaan dan cagar budaya yang kaya. “Saya meminta peserta mempelajari seluruh situs tersebut secara kontekstual,” katanya.
Restu menambahkan, pertemuan pelajar dari seluruh Jawa Barat di Kabupaten Cirebon membuka kesempatan besar membangun jejaring budaya. Ia berharap para siswa dapat terus mendiskusikan kebudayaan bahkan setelah program selesai. “Kami meminta guru membawa metode pembelajaran interaktif ke sekolah masing-masing, karena pembelajaran berbasis konteks lokal dapat memperkuat daya nalar dan karakter siswa,” ucapnya.
Dengan warisan budaya yang melimpah dan dukungan fasilitas pembelajaran, Kabupaten Cirebon kini dipandang sebagai episentrum penguatan literasi budaya Jawa Barat melalui Program Sekolah Budaya 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....