Temu Inklusi Nasional Dorong Pembangunan Desa Lebih Inklusif
- 13 Sep 2025 13:48 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Temu Inklusi Nasional ke-6 resmi dibuka di Desa Durajaya, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Selasa (2/9/2025). Pembukaan dilakukan oleh Bupati Cirebon, Imron, bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Ajang dua tahunan ini diikuti lebih dari 590 peserta dari 24 provinsi di Indonesia. Selama kegiatan, para peserta tinggal bersama warga melalui skema live in yang menjadi ciri khas penyelenggaraan Temu Inklusi, sekaligus merayakan kolaborasi antara pemerintah, organisasi difabel, masyarakat desa, serta berbagai pihak lainnya.
Bupati Imron dalam sambutannya menuturkan, Kabupaten Cirebon memiliki 4.342 warga difabel dengan kebutuhan yang beragam. Pihaknya tengah menyiapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) pembangunan inklusif yang mencakup sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga layanan sosial.
“Sejak Januari lalu, kami juga melaksanakan Musrenbang Tematik Inklusi dengan melibatkan masyarakat difabel secara aktif. Hasil musyawarah ini akan menjadi dasar perencanaan pembangunan di tahun berikutnya,” ujar Imron.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, dalam kesempatan yang sama menegaskan masih ada kesenjangan yang perlu segera ditutup.
“Sekitar 13 persen difabel kategori sedang dan berat belum menuntaskan pendidikan dasar. Tingkat partisipasi kerja difabel baru mencapai 23,9 persen, sementara pengangguran di kalangan difabel masih 77 persen. Ini tantangan struktural yang harus dijawab dengan sinergi, peningkatan kesadaran publik, penguatan SDM, dan akses teknologi,” ucap Woro.
Ia menambahkan, investasi pada kelompok masyarakat terpinggirkan bukan hanya wujud keadilan sosial, tetapi juga peluang pembangunan yang menguntungkan.
Sementara itu, Direktur SIGAB Indonesia sekaligus Penanggung Jawab Temu Inklusi Nasional ke-6, M. Joni Yulianto, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama.
“Selain memperlihatkan daya tarik budaya lokal, Cirebon juga menunjukkan praktik baik pengarusutamaan isu difabel yang bisa direplikasi di daerah lain,” ujarnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa Temu Inklusi merupakan wadah strategis untuk berbagi gagasan, inovasi, dan praktik baik. “Temu Inklusi adalah ruang saling berbagi untuk membangun Indonesia yang lebih inklusi,” kata Joni. (Rilis)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....