Hanya 9 Persen Sampah yang Dapat Diolah
- 31 Jan 2025 21:16 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Sejumlah pihak terus berupaya mengatasi krisis pengelolaan sampah, mengingat sejumlah Tempat Pembungan Sampah Akhir TPA hanya mampu menampung sampah selama 5-10 tahun ke depan.
Pengiat Lingkungan Cirebon, Siti Sholehah mengatakan dengan volume sampah harian mencapai 10 ton per hari, namun hanya 9% sampah yang bisa diolah, sementara sisanya ditimbun, berisiko menimbulkan pencemaran dan bencana lingkungan.
“Ada total hampir 10 ton sampah setiap hari, namun hanya 9% yang dapat terolah. Sisa sampah tersebut hanya ditimbun. Lama-kelamaan dapat menyebabkan berbagai masalah seperti yang pernah terjadi kebakaran saat musim kemarau, atau bahkan bencana longsor dari tumbukan sampah,” katanya.
Untuk mengatasi hal ini, pihaknya mendorong masyarakat agar dapat menerapkan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah.
“Di tempat pembuangan sementara ini bisa juga seharusnnya dirancang memiliki sistem 3R entah itu Reduce, Reuse, Recycle. Pemilihan saja antara anorganik dan organiknnya. Anorganik bisa dijual kalau sudah terpilah, kemudian yang organiknya bisa menjadi pakan maggot atau untuk kompos. Namun banyak masyarakat yang tidak mau ribet,” katannya.
Ia mengatakan perlu adannya kerjasama sama dengan perusahaan untuk mengolah sampah menjadi energi atau produk bernilai ekonomi.
Buruknya pengelolaan sampah juga memperparah banjir akibat tersumbatnya drainase oleh limbah rumah tangga atau bahkan limbah usaha makanan. Oleh karenanya perlu adannya pengawasan.
Selain itu perlu adannya lebih banyak bank sampah untuk pengolahan sampah organic hingga anorganik. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi permasalahan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....