Lima Negara Belajar Penanganan Isu Kusta di FKDC

  • 10 Okt 2024 09:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: NLR Indonesia, bersama dengan perwakilan dari NLR Belanda, Brasil, Nepal, India, dan Mozambik, melakukan kunjungan ke Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC), salah satu mitranya yang ada di Kabupaten Cirebon, Kamis (10/10/2024).

Kunjungan ini diadakan dengan tujuan untuk melihat secara langsung praktik baik yang telah diterapkan oleh FKDC dalam penanganan isu kusta dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).
Dalam kunjungan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Lemahabang, para perwakilan mengamati berbagai program yang telah dilakukan, termasuk inisiatif untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kusta.

Ketua FKDC, Abdul Mujib menyatakan pihaknya menunjukkan berbagai pendekatan yang telah berhasil, seperti program edukasi, dukungan psikososial, dan pelatihan keterampilan untuk OYPMK.

"Kami atas nama forum mengucapkan terimakasih untuk semua pihak khususnya Pemerintah Kabupaten Cirebon yang selalu mendukung kegiatan yg dilaksanakan FKDC," katanya.

Sementara salah satu perwakilan NLR Alliancie,Valeria dari belanda mengungkapkan kegiatan ini
sangat penting baginya untuk belajar dari praktik baik yang ada di Indonesia.

"Kunjungan ini merupakan kesempatan untuk melihat bagaimana program-program ini dapat diadaptasi dan diterapkan di negara kami," ujar Valeria.

Selain itu, dalam kunjungan tersebut, juga menciptakan ruang bagi diskusi dan pertukaran pengalaman antar negara. Melalui dialog terbuka, para peserta berharap dapat mengidentifikasi tantangan dan solusi yang relevan dalam penanganan kusta secara global.

"Kolaborasi ini adalah kunci untuk mengatasi stigma kusta. Kami percaya bahwa dengan saling berbagi pengalaman, kita dapat menemukan solusi yang lebih efektif," katanya.

Kegiatan ini ungkap Valeria, dapat memperkuat kerja sama antara NLR Indonesia dan mitranya serta meningkatkan kualitas hidup OYPMK di seluruh dunia. Dengan adanya dukungan dari berbagai negara, NLR dapat memperluas jangkauan dan memberikan dampak positif dari program-program yang telah sukses dijalankan.

Kunjungan ini juga, tambahnha, telah menunjukkan komitmen NLR Alliance untuk terus berupaya dalam mengatasi isu kusta, yang masih menjadi tantangan di banyak negara.

"Diharapkan, hasil dari kunjungan ini akan menjadi pijakan untuk langkah-langkah selanjutnya dalam pengembangan program yang lebih inklusif dan efektif," ujarnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....