Hilal Tak Terlihat di Pantai Baro Kabupaten Cirebon, Idulfitri Berpotensi 21 Maret

  • 19 Mar 2026 21:14 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, CIREBON – Pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah di Pantai Baro, Desa Gebangmekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Kamis, 19 Maret 2026, tidak berhasil melihat hilal.

Tim Badan Rukyatul Hilal Daerah (BRHD) Kabupaten Cirebon menyatakan posisi bulan masih berada di bawah kriteria yang memungkinkan untuk diamati, meskipun kondisi cuaca relatif cerah saat matahari terbenam.

Ketua BRHD Kabupaten Cirebon, KH Syamsuri, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan astronomi, matahari terbenam pada pukul 17.56 WIB. Sementara itu, tinggi hilal tercatat sebesar 1 derajat 35 menit 28 detik dengan elongasi 5 derajat 7 menit 24 detik.

“Dengan posisi tersebut, hilal masih berada di bawah kriteria imkanur rukyah sebagaimana kesepakatan negara anggota MABIMS, sehingga secara teori maupun praktik hilal tidak mungkin terlihat,” ujarnya dalam keterangan rilisnya pada Kamis, 19 Maret 2026.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi indikator kuat bahwa penetapan 1 Syawal berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun demikian, pihaknya tetap menunggu hasil resmi sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pelaksanaan rukyatul hilal di pesisir Gebang ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim ahli falak, tokoh agama, hingga perwakilan instansi terkait sebagai bagian dari proses penentuan awal bulan Hijriah secara nasional.

Hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat pemerintah, yang akan menetapkan secara resmi Hari Raya Idulfitri bagi umat Islam di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....