Makna Mendalam di Balik Tradisi Ketupat saat Lebaran

  • 17 Mar 2026 04:45 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Ketupat Lebaran

RRI.CO.ID, Cirebon - Ketupat telah menjadi simbol perayaan Idulfitri yang paling ikonik di seluruh penjuru Nusantara. Kehadirannya di meja makan seolah menjadi penanda utama bahwa hari kemenangan telah tiba bagi umat Muslim.

Tradisi menyajikan ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai sarana dakwah di tanah Jawa. Beliau menggunakan filosofi lokal untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman agar lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

Kata "ketupat" sendiri berasal dari istilah bahasa Jawa ngaku lepat yang berarti mengakui kesalahan. Melalui simbol ini, seseorang diajak untuk berani meminta maaf atas segala khilaf yang pernah dilakukan.

Anyaman janur yang rumit melambangkan kompleksitas dosa dan kesalahan manusia dalam perjalanan hidup. Meskipun tampak sulit, semua kerumitan tersebut akan terurai melalui ketulusan hati untuk saling memaafkan.

Warna putih pada nasi di dalam ketupat mencerminkan kesucian hati setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Ini menjadi pengingat bahwa manusia kembali ke fitrahnya yang bersih setelah berhasil melawan berbagai hawa nafsu.

Penggunaan janur hijau yang dianyam rapat juga melambangkan eratnya tali silaturahmi antar sesama anggota keluarga. Hal ini selaras dengan semangat Lebaran yang mengedepankan persatuan dan kehangatan dalam berkumpul bersama.

Hingga saat ini, menyantap ketupat bersama opor ayam tetap menjadi momen yang paling dinantikan. Tradisi ini bukan sekadar urusan perut, melainkan warisan budaya yang sarat akan makna spiritual mendalam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....