Pasokan Bapok hingga BBM di Kuningan Dipastikan Aman
- 13 Mar 2026 11:01 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Menjelang momen hari besar keagamaan, kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan dan lonjakan harga kebutuhan pokok kerap muncul. Namun, Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan kondisi pasokan bahan kebutuhan pokok (bapok), bahan bakar minyak (BBM), serta gas LPG masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi barang kebutuhan masyarakat.
“Pertama, kita yakinkan bahwa pasokan aman untuk bahan kebutuhan pokok. Kedua, kita pastikan kelancaran jalur distribusinya, misalnya dari pusat-pusat agen di Cirebon ke wilayah kita. Dan yang ketiga yang tidak kalah penting adalah ketersediaan bahan bakar, baik itu BBM maupun gas LPG. Alhamdulillah, sampai saat ini semuanya dipastikan aman,” ujar Toni Kusumanto saat diwawancarai, Jumat, 13 Maret 2026).
Menurut Toni, jaminan ketersediaan BBM juga merujuk pada pernyataan kementerian terkait yang menyebutkan bahwa stok BBM nasional masih aman untuk beberapa waktu ke depan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan berbagai pihak, hingga saat ini Kabupaten Kuningan tidak mengalami kendala distribusi maupun kelangkaan BBM di lapangan.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Diskopdagperin Kuningan juga mengantisipasi potensi kenaikan harga di pasaran. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang saat ini sudah mulai berjalan di sejumlah wilayah.
Toni menambahkan, pemerintah daerah juga akan segera menggelar Operasi Pasar (OP) sebagai upaya intervensi harga agar tetap stabil menjelang hari besar keagamaan.
“Untuk pengendalian harga, GPM sudah berjalan. Nanti rencananya kita juga akan menggelar Operasi Pasar. Jadwalnya perkiraan di tanggal 10 atau 11 bulan ini,” katanya.
Operasi pasar tersebut rencananya tidak hanya dipusatkan di kawasan perkotaan, melainkan akan disebar di berbagai kecamatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Operasi pasar akan kita sebar di 10 titik yang ada pasarnya. Jadi merata, titiknya meliputi kawasan Ciwaru, Ciawigebang, Darma, hingga Subang. Yang paling penting bagi kami saat ini adalah pasokan aman untuk masyarakat,” ujar Toni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....