Mutiara Pagi RRI Cirebon, Beberapa Kemudahan dalam Menjalankan Puasa Ramadan

  • 28 Feb 2026 20:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Program siaran keagamaan Mutiara Pagi Radio Republik Indonesia Cirebon kembali mengangkat tema “Beberapa Kemudahan dalam Menjalankan Puasa di Bulan Suci Ramadhan”. Kajian menghadirkan Ustadz Dra. Sulhan Khaeri dan dipandu penyiar Piana Alwansyah yang disiarkan langsung dari dari Musholla Al-Istiqomah, Jalan Kandang Perahu, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat, 27 Februari 2026.

Musholla Al-Istiqomah tampak semarak dengan kehadiran ibu-ibu, bapak-bapak, hingga remaja yang antusias mengikuti kajian. Siaran juga ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube RRI Cirebon serta frekuensi Pro 1 RRI Cirebon.

Dalam pembukaan ceramah Ustadz Sulhan Khaeri menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam majelis ilmu. “Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, alhamdulillah kita masih dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.

Memasuki inti materi pada ia menegaskan bahwa syariat Islam pada dasarnya memberikan kemudahan bagi umatnya. “Kalau kita ingat, yang namanya syariat Islam itu dikatakan mudah, tapi jangan terlalu dimudahkan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa keringanan tidak hanya berlaku dalam puasa, tetapi juga dalam salat. “Tidak bisa berdiri boleh dengan duduk, tidak bisa duduk dengan berbaring, tidak bisa berbaring dengan isyarat, itu berarti ada keringanan-keringanan,” katanya.

Terkait puasa Ramadan, ia mengutip kandungan Surah Al-Baqarah ayat 184 “Wa antasumu khairullakum inkuntum ta’lamun, puasa itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa selama mampu, menjalankan puasa lebih utama karena manusia tidak mengetahui ajalnya.

Ia juga menyoroti keringanan bagi musafir. “Musafir itu orang yang dalam perjalanan, sekiranya menempuh waktu sehari dan mengganggu, maka ada keringanan,” katanya sambil mengingatkan agar tidak keliru memahami istilah tersebut.

Keringanan lain disampaikan bagi orang tua renta, ibu hamil, serta perempuan haid. “Kalau sekiranya kita mampu, silakan untuk menjalankan puasanya, karena lebih baik,” ujarnya sembari menekankan pentingnya melihat kondisi kesehatan masing-masing.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif termasuk pertanyaan dari pendengar melalui sambungan telepon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....