Menjemput Keberkahan Ramadan lewat Bazar UMKM Desa Peusing

  • 26 Feb 2026 13:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Ramadan selalu menghadirkan dua wajah: meningkatnya kebutuhan pokok di satu sisi, dan terbukanya pintu keberkahan di sisi lain. Di Desa Peusing, momentum bulan suci itu disambut dengan ikhtiar bersama melalui Bazar Ramadan UMKM yang digelar BUMDes Karya Mandiri.

Di pelataran desa, warga tak sekadar bertransaksi. Mereka saling menyapa, memilih sayuran segar, serta membeli hasil usaha tetangga sendiri. Pakcoy dan selada hidroponik yang dipanen dari kebun binaan BUMDes tersusun rapi. Hasil perikanan sistem bioflok dan telur ayam petelur turut melengkapi kebutuhan pangan berbuka dan sahur.

Bagi pengelola BUMDes, Toto Sunarto atau yang akrab disapa Anto, bazar ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang kebermanfaatan. “Alhamdulillah, melalui BUMDes ini setidaknya ada delapan warga yang terlibat langsung dalam mengelola unit usaha UMKM. Harapan kami, ini menjadi stimulus agar warga lain punya keberanian untuk ikut serta berwirausaha di lokasi yang telah kami sediakan,” ujar Anto, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menilai, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian. Ketika warga membeli dari warga, perputaran rezeki tetap berada di desa. Dari kebun hingga meja makan, ada nilai ibadah dalam setiap usaha yang dijalankan dengan jujur dan amanah.

BUMDes pun berencana melanjutkan kegiatan ini setelah Ramadan usai. Konsep Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan disiapkan agar geliat ekonomi tetap hidup dan memberi ruang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Bazar ini nanti akan kita lanjut menjadi agenda rutin setiap Sabtu dan Minggu dengan konsep Car Free Day (CFD). Jadi, potensi ekonomi Desa Peusing ini punya panggung yang berkelanjutan, bukan musiman saja,” katanya.

Tak berhenti di tingkat desa, BUMDes Karya Mandiri juga mulai menjajaki kolaborasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produksi sayuran hidroponik dan bumbu dapur dari lahan Ketapang 2 diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai pasok yang lebih luas.

“Kami berencana berkolaborasi dengan MBG. Sosialisasi terus dilakukan agar hasil pertanian dari Desa Peusing ini benar-benar bisa menyuplai bahan baku untuk menyukseskan program pemerintah tersebut,” ujar Anto.

Di bulan yang penuh rahmat ini, langkah kecil Desa Peusing menjadi cerminan bahwa keberkahan tak hanya turun dari langit, tetapi juga tumbuh dari tanah yang diolah dengan kerja keras, kejujuran, dan kebersamaan. Ramadan pun menjadi saksi, bahwa ikhtiar ekonomi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai ibadah dan kepedulian sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....