Makan Bergizi Gratis saat Ramadan: Fokus pada Kemaslahatan Umum
- 24 Feb 2026 15:12 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan dinilai tetap sejalan dengan prinsip syariat Islam. Program tersebut bahkan dinilai mendukung tujuan maqashid syariah jika dikelola dengan tepat.
Akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Moh Ali, M.Pd.I, mengatakan kebijakan publik harus berpijak pada prinsip kemaslahatan. Ia menilai MBG masih relevan selama mekanismenya disesuaikan dengan kondisi puasa.
“Secara fikih, program MBG termasuk dalam hifdzu nafs(menjaga jiwa) dan hifdzu aql (menjaga akal)," ujar Dr. Moh Ali kepada RRI Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pemenuhan gizi saat berbuka dan sahur berperan penting dalam menjaga konsentrasi belajar. Menurutnya, puasa justru melatih stabilitas emosi siswa sehingga capaian akademik dapat tetap terjaga.
Dalam konteks manajemen sekolah, distribusi MBG tidak lagi ideal dilakukan untuk konsumsi pagi hari. Skema pengemasan dinilai lebih tepat agar makanan dapat dibawa pulang untuk berbuka puasa.
Pembagian juga dapat dijadwalkan setelah kegiatan belajar selesai guna menghindari gangguan ibadah. Dengan pola tersebut, suasana religius di lingkungan sekolah tetap terjaga.
Dr. Moh Ali menambahkan, kebijakan pemerintah harus mengacu pada prinsip tasarruf al-imam manuthun bil maslahah. Prinsip tersebut menekankan bahwa setiap kebijakan wajib berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Selama tidak menimbulkan mudarat dan resistensi sosial, MBG tetap sah dan relevan dilaksanakan di bulan Ramadhan,” ucapnya. Ia berharap sekolah dapat menerapkan mekanisme yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....