Tradisi Obrog Ramadan: Kearifan Lokal dari Kecamatan Mundu
- 20 Mar 2025 11:41 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Setiap bulan Ramadan, masyarakat di beberapa daerah di Mundu, Kabupaten Cirebon, memiliki tradisi unik dalam membangunkan sahur, yaitu Obrog. Tradisi ini melibatkan sekelompok orang yang berkeliling kampung sambil memainkan alat musik dan menyanyikan lagu-lagu khas untuk membangunkan warga agar tidak melewatkan sahur. Kegiatan ini dilakukan mulai pukul 01.00 hingga 03.00 dini hari dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Ramadan di daerah tersebut. Dilansir dari nu.or.id Obrog merupakan seni tradisional dengan alunan musik dan lirik yang biasa dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti sebelum Lebaran.
Obrog sudah ada sejak tahun 1970-an hingga 1990-an dan dianggap sebagai warisan nenek moyang yang patut dilestarikan. Dahulu, Obrog identik dengan penggunaan alat musik tradisional seperti beduk dan kentungan. Namun, seiring perkembangan zaman, konsep dan pelaksanaannya mengalami perubahan. Kini, alat musik yang digunakan lebih bervariasi dengan tambahan alat musik modern seperti gitar, organ, bass, dan tamborin. Tradisi ini tidak hanya berkembang di Cirebon, tetapi juga populer di daerah sekitarnya seperti Majalengka, Kuningan, dan Indramayu.
Meskipun menjadi bagian dari kearifan lokal, tradisi Obrog tetap harus dilakukan dengan bijaksana. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya antara lain memastikan waktu yang tepat agar tidak mengganggu jam istirahat warga, menjaga etika dengan menghindari tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, serta menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan di dalam kelompok. Dengan demikian, Obrog tetap menjadi tradisi yang positif dan diterima oleh masyarakat.
Bagi masyarakat di daerah Mundu dan sekitarnya, tradisi Obrog menjadi salah satu hal yang paling dinantikan setiap bulan Ramadan. Bahkan, banyak yang berpendapat bahwa Ramadan terasa kurang lengkap tanpa adanya Obrog. Meskipun mengalami modernisasi dalam hal alat musik dan cara pelaksanaannya, esensi dari Obrog tetap sama, yaitu membangunkan warga untuk sahur dengan nuansa kebersamaan yang hangat. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk tetap melestarikan tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman. (Fahmi Faturrohman_Universitas Swadaya Gunung Jati)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....