Semarak Takbiran! Desa Lurah Siap Hadirkan Karnaval Keliling
- 20 Mar 2025 10:53 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Malam Takbiran selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam, menandai berakhirnya bulan Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan syukur. Di Desa Lurah, perayaan malam takbiran semakin semarak dengan tradisi arak-arakan karnaval yang menghadirkan suasana penuh warna dan kebersamaan. Tradisi ini telah menjadi daya tarik utama bagi masyarakat setempat, di mana kreativitas dan semangat gotong royong begitu terasa dalam setiap persiapannya.
Arak-arakan sendiri merupakan bagian dari budaya yang telah berkembang sejak zaman kerajaan Nusantara, seperti Mataram dan Majapahit. Dahulu, prosesi ini sering dilakukan dalam upacara kenegaraan, pernikahan kerajaan, hingga perayaan kemenangan perang. Kini, tradisi tersebut masih lestari di berbagai daerah di Indonesia, termasuk dalam perayaan keagamaan seperti malam takbiran. Di Desa Lurah, arak-arakan dihiasi dengan berbagai replika raksasa yang mencerminkan nilai-nilai Islami, seperti bentuk masjid, Ka’bah, serta hewan-hewan simbolis seperti singa dan kuda.
Keseruan semakin terasa ketika masyarakat, terutama para pemuda, bergotong royong menyiapkan acara ini dengan penuh semangat. Tidak hanya membuat replika untuk arak-arakan, mereka juga mengadakan pawai obor yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi malam takbiran. Saat arak-arakan dimulai, warga berkeliling desa sambil bersenandung takbir, menciptakan suasana syahdu yang penuh rasa syukur dan kegembiraan atas datangnya hari kemenangan.
Untuk memastikan kelancaran acara, panitia menyusun rute strategis agar arak-arakan tetap tertib dan tidak mengganggu lalu lintas. Promosi pun dilakukan melalui berbagai media, seperti pengumuman di masjid, media sosial, hingga pemasangan spanduk agar semakin banyak masyarakat yang ikut serta. Dengan persiapan matang dan semangat kebersamaan, karnaval malam takbiran di Desa Lurah bukan hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, menanamkan nilai gotong royong, serta menyebarkan kebahagiaan di malam yang penuh berkah ini. (Sofiyan Asyahuri_Universitas Swadaya Gunung Jati)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....