Dipimpin Wasit Argentina, Deschamps Tetap Tenang
- 09 Jul 2026 14:07 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, menegaskan dirinya sama sekali tidak khawatir dengan penunjukan jajaran wasit asal Argentina untuk memimpin laga perempat final Piala Dunia melawan Maroko. Meskipun potensi laga ulang final Piala Dunia 2022 melawan Argentina masih terbuka lebar, ia memilih untuk sepenuhnya memercayai integritas wasit di lapangan.
Dilansir dari The Guardian, Kamis 9 Juli 2026, dalam sesi konferensi pers yang berlangsung cukup tegang tersebut, Deschamps sempat melontarkan sindiran balik kepada media Afrika Utara yang sebelumnya mengkritik wasit Prancis, François Letexier. Selain itu, ia juga bersikap ketus saat menjawab pertanyaan jurnalis Maroko mengenai insiden penalti Sofiane Boufal pada pertemuan kedua tim empat tahun lalu.
Penunjukan Facundo Tello sebagai wasit utama beserta asistennya memang sempat memicu perdebatan panas di media sosial mengingat sejarah rivalitas tensi tinggi antara Prancis dan Argentina. Perselisihan tersebut bermula dari komentar Kylian Mbappe sebelum turnamen lalu yang sempat memicu nyanyian rasisme dari skuad Argentina saat perayaan juara di Doha.
Kiper cadangan Prancis, Robin Risser, turut meredam polemik tersebut dengan menyatakan bahwa persaingan panas di masa lalu adalah hal biasa dalam sepak bola. Sementara itu, kasus rasisme senator Paraguay Celeste Amarilla kepada Mbappe pascababak 16 besar kini resmi ditangani pihak kejaksaan Prancis setelah sang politisi menuntut maaf atas balasan Mbappe.
Di sisi lain, Deschamps mengonfirmasi bahwa FIFA menolak banding kartu kuning Michael Olise akibat aksi teaterikal gelandang Paraguay, Matías Galarza, di laga sebelumnya. Keputusan ini terasa tidak adil bagi Prancis karena FIFA justru bersedia membatalkan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah adanya intervensi dari Donald Trump.
Di kubu lawan, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan bahwa skuadnya tidak silau dengan pencapaian masa lalu dan hanya fokus untuk memenangkan trofi emas Piala Dunia. "Tim Prancis dan Maroko sama-sama telah berkembang pesat serta memiliki level permainan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan empat tahun lalu," ujar Mohamed Ouahbi.
Ouahbi juga enggan menjadikannya alasan meskipun timnya harus menempuh jarak perjalanan enam kali lebih jauh sebagai konsekuensi finis di peringkat kedua fase grup. Di pertandingan perempat final lainnya, tensi tinggi serupa juga menyelimuti laga sengit antara tim nasional Brasil melawan Kroasia yang dipimpin oleh wasit asal Eropa.
Kedua tim raksasa tersebut juga sempat memperdebatkan faktor kelelahan fisik akibat jadwal pengaturan ulang durasi istirahat pemain yang dinilai tidak merata oleh pihak konfederasi. Kendati demikian, komite disiplin FIFA mengimbau seluruh kontestan untuk tetap menjaga sportivitas tertinggi dan menghormati segala keputusan perangkat pertandingan demi kelancaran turnamen akbar ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....