Kasus Rasisme Kylian Mbappe Seret Senator Paraguay ke Ranah Hukum
- 07 Jul 2026 19:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Kejaksaan Prancis resmi membuka penyelidikan atas dugaan penghinaan publik berat dan hasutan kebencian serta kekerasan terhadap bintang sepak bola Kylian Mbappe. Investigasi hukum ini diluncurkan menyusul tindakan rasisme yang dilakukan oleh seorang senator asal Paraguay pascalaga dramatis di ajang Piala Dunia.
Dilansir dari The Guardian, Selasa 7 Juli 2026, Kantor Kejaksaan Paris mengonfirmasi kepada Associated Press bahwa penyelidikan dimulai setelah unit nasional penanggulangan kebencian daring menerima laporan resmi. Pengaduan tersebut diajukan secara langsung oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) guna melindungi integritas kapten tim nasional mereka dari serangan rasial.
Celeste Amarilla, senator dari Partai Liberal Radikal Paraguay, diketahui mengunggah komentar bernada rasis melalui media sosial pribadinya pada hari Sabtu, 4 Juli lalu. Tindakan tidak terpuji tersebut dilakukannya tepat setelah Mbappe sukses mengesekusi penalti penentu yang menyingkirkan tim nasional Paraguay dari turnamen.
Pihak kejaksaan menegaskan bahwa ucapan tersebut menyerang korban berdasarkan asal-usul, etnis, kebangsaan, ras, ataupun agama yang melekat pada dirinya. Berdasarkan hukum Prancis, pelanggaran berat jenis ini dapat dijatuhi hukuman penjara hingga satu tahun dan denda maksimal sebesar 45.000 euro.
Merespons serangan tersebut, FFF dengan sangat keras mengutuk pernyataan Amarilla sebagai tindakan yang sepenuhnya menjijikkan serta tidak dapat diterima. Gelombang dukungan moral bagi Mbappe juga datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Olahraga Marina Ferrari yang mengecam segala bentuk diskriminasi di dunia olahraga.
Kasus rasisme yang melibatkan politisi di panggung sepak bola internasional ini menambah daftar panjang kekerasan verbal yang kerap menimpa para pemain kulit hitam. Sebelumnya, penyerang Real Madrid Vinicius Junior juga berulang kali menjadi korban pelecehan rasial serupa saat berlaga di kompetisi domestik Spanyol.
Pemerintah Spanyol akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan hukuman penjara kepada beberapa oknum suporter yang terbukti melontarkan ejekan rasis di stadion. Langkah tegas dari berbagai otoritas hukum di Eropa ini diharapkan mampu memberikan efek jera yang nyata bagi para pelaku diskriminasi.
Kini, proses hukum terhadap Celeste Amarilla tengah berjalan di bawah pengawasan ketat lembaga penegak hukum lintas negara. Publik sepak bola dunia mendesak FIFA untuk ikut mengambil tindakan disipliner yang tegas demi menjaga kampanye anti-rasisme di lapangan hijau tetap dihormati oleh semua pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....