FIFA Diinvestigasi Terkait Dugaan Manipulasi Tiket Piala Dunia

  • 31 Mei 2026 12:23 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - FIFA saat ini tengah menghadapi tuntutan untuk memberikan klarifikasi mendalam mengenai mekanisme penjualan tiket Piala Dunia 2026. Tuntutan ini muncul setelah adanya dugaan kuat mengenai praktik pengelabuan terhadap para penggemar serta tindakan mendongkrak harga tiket secara sepihak.

Dilansir dari BBC Sport, langkah hukum serius kini telah diambil oleh Jaksa Agung New York dan Jaksa Agung New Jersey yang secara resmi meluncurkan penyelidikan bersama atas aktivitas penjualan tersebut. Pihak berwenang bahkan telah mengeluarkan surat subposisi yang mewajibkan FIFA untuk menyerahkan dokumen internal serta data terkait lainnya guna keperluan pemeriksaan.

Pihak kejaksaan menilai proses perolehan tiket yang diterapkan oleh FIFA sangat membingungkan masyarakat karena menciptakan kesan kelangkaan palsu demi mematok harga setinggi langit. Skema tersebut dinilai telah mencederai hak konsumen, khususnya bagi warga lokal dan wisatawan yang ingin menyaksikan turnamen secara adil.

Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja Kota New York juga ikut terlibat aktif dalam mendalami kasus indikasi perilaku penipuan yang terang-terangan ini. Mereka memfokuskan pemeriksaan pada alasan mengapa tarif tiket turnamen kali ini bisa melonjak drastis melampaui seluruh edisi Piala Dunia sebelumnya.

Berdasarkan laporan yang masuk, para suporter merasa dijebak terkait kejelasan lokasi kursi penonton akibat munculnya kategori tiket barisan depan yang lebih mahal setelah fase penjualan awal ditutup. Selain itu, penerapan strategi harga dinamis di berbagai tahapan diduga sengaja digunakan untuk menaikkan harga sebagian besar pertandingan hingga sepertiga dari tarif normal.

Meskipun Presiden FIFA sempat berdalih bahwa mahalnya harga tersebut merupakan dampak alami dari tingginya antusiasme publik, temuan di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Fakta memperlihatkan bahwa tiket resmi dengan harga normal sebenarnya masih tersedia dalam jumlah banyak untuk sebagian besar pertandingan fase grup.

Penyelidikan intensif ini juga mendapatkan dukungan dari Jaksa Agung California yang sebelumnya telah mengirimkan surat teguran serupa terkait indikasi manipulasi pasar. Di sisi lain, perselisihan antara pihak penyelenggara lokal dan FIFA juga terus memanas dalam beberapa bulan terakhir akibat beban biaya operasional yang dinilai tidak masuk akal.

Ketegangan ini semakin diperparah oleh penolakan FIFA untuk memberikan subsidi pada sektor transportasi publik sehingga memicu protes keras dari pemerintah daerah setempat. Akibatnya, otoritas transportasi New Jersey terpaksa melakukan penyesuaian tarif kereta menuju stadion yang nilainya melonjak berkali-kali lipat dari ongkos perjalanan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....