Mobil Matic vs Manual, Mana yang Lebih Tangguh?
- 22 Jul 2024 15:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Semua orang yang pasti masing-masingnya memiliki preferensi terkait keamanan, merk serta kenyamanan beragam saat berkendara. Ada yang cenderung memilih matic, sementara lainnya namun tidak sedikit yang masih memilih manual. Untuk kendaraan yang manual memang hingga saat ini lebih didominasi oleh laki-laki. Berbicara tentang apakah mobil matic dan manual, mana yang lebih tangguhdan lebih bisa diandalkan?
Dilansir dari laman acc.co.id, untuk mengetahui perbedaan dari mobil matic dan manual ini, sebenarnya dapat ditelusuri lebih mendalam mulai dari segi aspek transmisi, pengereman mobil, efisiensi penggunaan BBM, fitur yang disematkan, pengoperasian dan kenyamanan, perawatan, hingga perbedaan harga. Kesemuanya itu bergantung pada bagaimana Anda membuat pertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakter berkendara Anda yang paling tepat. Nah berikut ini perbedaan mobil matic dan manual sebagai pertimbangan anda.
1. Sistem Transmisi
Sistem transmisi atau dikenal dengan perpindahan gigi. Kalau pada mobil manual, sistem transmisi dilakukan dengan menginjak pedal kopling dan mengganti tuas persneling. Jenis transmisi ini bekerja berdasarkan rasio roda gigi. Menggunakan rasio roda gigi rendah pada transmisi manual menghasilkan torsi yang besar, namun kecepatannya rendah. Sebaliknya di rasio rendah menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi, hanya saja torsinya kecil. Sedangkan pada mobil matic, perpindahan gigi terjadi otomatis ketika kecepatan meninggi saat menginjak pedal gas, tanpa harus menginjak pedal kopling terlebih dahulu.
2. Pengereman Mobil
Berikutnya terkait pengereman. Saat mengurangi laju kendaraan, rem (terutama pada bagian depan) akan menjadi tumpuan utama yang akan selalu digunakan pada sistem matic sehingga kampasnya lebih cepat aus daripada manual yang mengandalkan pengereman engine brake. Keberadaan engine brake ini lebih aman saat dihadapkan dengan jalanan yang menurun. Sementara mobil matic harus extra hati-hati saat melewati medan tersebut. Bila kampas dipakai terlalu sering, maka dayanya tidak akan terlalu kuat sehingga menjadi sangat panas dan kinerjanya menurun. Untuk menghindari risiko tersebut ketika harus melewati turunan curam puluhan kilometer, Anda bisa mengatasinya dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi low (L) atau 1. Gigi rendah pada transmisi matik membantu memperlambat laju mobil karena posisi gigi yang tidak berubah. Saat kondisi jalan sudah datar lagi, segera pindahkan kembali tuas transmisi matik ke posisi D. Namun, saat pergantian transmisi, hanya boleh dilakukan di bawah kecepatan 30 km/jam. Akan lebih baik lagi jika dilakukan saat mobil sedang diam.
3. Efisiensi Penggunaan BBM
Perbedaan mobil matic dan manual berikutnya terkait efisiensi penggunaan bahan bakar. Mobil manual cenderung lebih efisien dalam penggunaan bahan bakarnya. Sedangkan mobil matic yang menghasilkan RPM tinggi, otomatis berpengaruh pada penggunaan konsumsi bahan bakarnya. Meski begitu, kini sudah banyak pabrikan otomotif yang menghadirkan mobil matic dengan teknologi canggih sehingga penggunaan bahan bakarnya dapat diperhemat.
4. Fitur yang Disematkan
Adapun komponen utama dalam transmisi matic dan manual sebagai berikut. Komponen utama transmisi matic: Torque Converter, Brake, Clutch dan One-way Clutch, Hydraulic Control System, Manual Linkage, Shifting Control, Pedal Akselerasi, Automatic Transmission Fluid (ATF). Komponen utama transmisi manual: Transmission Input Salt, Gear Transmission, Synchroniser, Shift Fork, Shift Linkage, Gear Shift Lever, Transmission Case, Output Shaft, Bearing, Speedometer Gear.
5. Pengoperasian dan Kenyamanan
Kalau bicara soal pengoperasian dan kenyamanan, mobil matic jelas lebih unggul. Tidak terlalu sulit dan tidak merepotkan. Bahkan, orang awam yang baru belajar mobil sekalipun mampu beradaptasi dengan cepat. Akan beda cerita jika pemula belajar mobil manual. Butuh waktu cukup lama untuk terbiasa berkendara dengan kopling dan pengoperan gigi persneling, sambil menginjak pedal gas. Selain itu, dari segi kenyamanan masih kurang, terutama saat berkendara di jalanan macet. Sementara mobil matic malah lebih nyaman karena hanya perlu mengoperasikan dua buah pedal, yaitu rem dan gas. Anda tidak perlu menahan kopling terus-terusan menggunakan kaki sampai terasa pegal hanya untuk dapat melaju. Tidak hanya jalanan macet saja, ketika berhadapan dengan tanjakan pun cukup merepotkan bagi pengendara mobil manual. Tak jarang driver pemula merasa ‘panas dingin’ saat dihadapkan dengan situasi seperti ini.
6. Perawatan
Mobil matic boleh unggul dari segi pengoperasian dan kenyamanan. Sayangnya, cenderung boros daripada mobil manual. Hal ini dikarenakan sistem mekanikal komponen yang rumit pada mobil manual. Terutama pada sistem radiator. Harus ekstra hati-hati karena pengaruhnya besar pada kesehatan transmisi kendaraan. Pengisian air biasa pada mobil manual mungkin hanya menyebabkan karat dan radiator bocor. Paling parah bisa overhear dan turun mesin. Sementara pada mobil matic, apabila mengalami kebocoran pada sambungan radiator ke oli, maka transmisi akan jebol sehingga masalahnya menjadi ganda. Maka dari itu, disarankan melakukan perawatan tepat waktu. Tidak sedikit yang mengatakan biaya perawatan mobil matic cenderung mahal, namun masih bisa diperdebatkan karena selama pemakaian, semisal kita ambil contoh usia mobil 20 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, transmisi otomatis mungkin hanya 3x flushing oli, sedangkan transmisi manual bisa 4-5x ganti set kopling.
7. Perbedaan Harga
Perbedaan mobil matic dan manual yang terakhir yakni dari segi harga. Seringkali kita melihat perbedaan harga mobil dengan transmisi otomatis lebih mahal ketimbang mobil manual. Semisal untuk produk Daihatsu Rocky. Varian otomatis (CVT) dijual dengan harga Rp 228 juta, sementara varian manual (MT) dijual dengan harga Rp 215 juta. Secara general, kedua seri mobil tadi memiliki spesifikasi Daihatsu Rocky yang sama, namun selisih harganya bisa mencapai Rp 13 jutaan. Hal itu dikarenakan mobil matic mengusung teknologi lebih canggih sehingga spare part yang digunakan cenderung lebih banyak untuk menghasilkan pergantian gigi yang lebih halus. Sehingga mobil tetap nyaman, minim suara, dan efisien. Kenyamanan lebih ini tentu harus dibayar dengan harga lebih mahal.
Setelah Anda pahami tentang perbedaan mobil matic dan manual sekaligus plus minusnya. Jadi kalau ditanya mana yang lebih baik maka jawabannya bisa jadi tergantung pada situasi dan kondisi. Kalau Anda tinggal di wilayah yang memiliki tingkat kemacetan luar biasa, maka jelas mobil matic lebih disarankan. Saat bermacet-macetan, hanya perlu menginjak gas dan rem saja dengan kaki kanan. Sedangkan manual dengan kopling mengharuskan kaki kiri ikut aktif untuk mengatur kopling. Alhasil, kedua kaki jadi pegal. Walaupun demikian, untuk sebagian orang mobil manual dianggap lebih maskulin karena terdapat sensasi hentakan mobil seperti offroader dan terkait biaya perawatan juga cenderung sedikit serta andal diajak bermanuver ke jalanan berbatu juga tanjakan. Pilihan tetap ada di Anda ya!
(Sumber: acc.co.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....