Lewis Hamilton 'Lempar Handuk' untuk Musim Ini

  • 07 Sep 2026 18:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Lewis Hamilton akhirnya mengakui bahwa peluang merebut gelar juara dunia Formula musim ini telah tertutup usai menjalani balapan buruk di Grand Prix Italia. Hasil mengecewakan di Monza tersebut diwarnai insiden benturan dengan rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, yang dinilainya akibat kelalaian manajemen tim.

Dilansir dari The Guardian, Senin 7 September 2026, balapan di Monza berhasil dimenangkan oleh pebalap Mercedes, Kimi Antonelli, lewat aksi comeback spektakuler setelah mengawali lomba dari posisi ke-19. Hamilton yang hanya mampu finis di urutan keenam kini tertinggal 76 poin dari Antonelli di puncak klasemen sementara.

Hamilton merasa keputusan Ferrari yang enggan memprioritaskan peluang juaranya serta kegagalan operasional tim telah memupuskan harapannya meraih gelar musim ini. Ia menegaskan bahwa upaya Ferrari memberikan prioritas di sisa sepuluh seri mendatang sudah sangat terlambat jika melihat kecepatan Mercedes.

Di sisi lain, Charles Leclerc gagal menyelesaikan balapan akibat mengalami kecelakaan hebat pada lap kedua meski beruntung bisa keluar tanpa cedera. Pada lap pertama di chicane awal, Leclerc sempat memajet posisi Hamilton hingga terdorong keluar lintasan dan melorot ke urutan ke-10.

Juara dunia tujuh kali tersebut secara tegas menyatakan bahwa insiden tersebut membuktikan kelemahan tata kelola Ferrari yang menjadi tanggung jawab Kepala Tim, Fred Vasseur. Hamilton mendesak adanya perbaikan komunikasi internal agar tim tidak terus-menerus mengulangi kesalahan serupa pada seri berikutnya.

Leclerc saat ini tertinggal 112 poin dari Antonelli, yang membuat Vasseur akhirnya mempertimbangkan untuk menerapkan skema prioritas bagi Hamilton. Vasseur berkaca pada situasi McLaren musim lalu yang dinilai terlalu cepat menentukan pebalap utama sebelum momen pertengahan musim.

Perselisihan internal ini harus segera diselesaikan mengingat seri balapan berikutnya akan berlangsung di Madrid pada akhir pekan mendatang. Hamilton meminta Ferrari belajar dari mantan timnya, Mercedes, yang memiliki aturan tertulis dalam mengelola persaingan antarpebalap di atas lintasan.

Aturan ketat di Mercedes dinilai Hamilton berhasil mencegah konflik internal berkepanjangan seperti yang pernah terjadi saat ia berpasangan dengan Nico Rosberg. Evaluasi mendalam di tubuh Ferrari ini menjadi modal krusial untuk memperbaiki stabilitas tim di sisa musim kompetisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....