Ini Keunggulan dan Kelemahan ‘Blade Battery’

  • 18 Jun 2025 11:04 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Satu lagi sebuah inovasi baru muncul dari dunia otomotif bernama ‘Blade Battery’. Apakah itu? Blade Battery adalah inovasi baterai lithium besi fosfat (LFP) yang dikembangkan oleh BYD, sebuah perusahaan manufaktur kendaraan listrik asal Tiongkok. Nama "Blade" sendiri berasal dari bentuk sel baterainya yang pipih, tipis, dan panjang, menyerupai bilah pisau.

BYD merancang Blade Battery untuk mengatasi beberapa kelemahan baterai kendaraan listrik konvensional, terutama yang berkaitan dengan keamanan, efisiensi ruang, dan umur pakai. Berikut adalah beberapa poin kunci tentang bagaimana Blade Battery bekerja dan keunggulannya:

Desain Tanpa Modul: Berbeda dengan baterai lithium-ion pada umumnya yang terdiri dari banyak modul kecil berisi sel-sel baterai, Blade Battery menghilangkan modul-modul ini. Sel-sel berbentuk pisau disusun langsung ke dalam battery pack atau bahkan langsung ke sasis kendaraan (teknologi Cell-to-Pack atau Cell-to-Body).

Optimalisasi Ruang: Desain pipih dan panjang ini memungkinkan penempatan sel baterai secara lebih efisien dan padat. Ini menghemat ruang hingga 50% dibandingkan baterai LFP konvensional, sehingga memungkinkan kendaraan memiliki jangkauan yang lebih jauh dengan ukuran baterai yang sama atau lebih kecil.

Material LFP: Blade Battery menggunakan Lithium Iron Phosphate (LFP) sebagai bahan katoda. LFP dikenal lebih stabil dan aman dibandingkan nikel-kobalt-mangan (NCM) yang sering digunakan pada baterai lain, serta bebas dari material seperti kobalt dan nikel yang sering dikaitkan dengan masalah lingkungan dan etika penambangan.

Tidak hanya itu, ternyata Blade Battery juga menawarkan banyak superioritas lain secara signifikan, di lima aspek yang sering disebut BYD sebagai "5S":

Super Safety (Keamanan Super): Ini adalah salah satu keunggulan terbesar Blade Battery. Baterai ini telah melalui serangkaian uji keamanan yang ekstrem, termasuk nail penetration test (uji penusukan paku) yang dikenal sebagai salah satu uji terberat. Dalam uji ini, Blade Battery tidak menghasilkan asap atau api, dan suhunya tetap rendah, meminimalkan risiko kebakaran atau ledakan bahkan saat rusak. Selain itu, baterai ini juga tahan terhadap kondisi ekstrem lain seperti ditekuk, dipanaskan hingga 300°C, dan diisi berlebihan (overcharge) hingga 260% tanpa insiden.

Super Strength (Kekuatan Super): Susunan sel yang rapat dan terintegrasi langsung ke dalam struktur kendaraan membuat battery pack Blade Battery sangat kuat dan kokoh, bahkan bisa berfungsi sebagai elemen struktural tambahan yang memperkuat bodi kendaraan.

Super Endurance Mileage (Jarak Tempuh Super): Meskipun tipis, Blade Battery memiliki kepadatan energi yang tinggi. Ini memungkinkan kendaraan listrik untuk mencapai jarak tempuh yang lebih jauh dengan beban baterai yang lebih ringan, memberikan efisiensi yang optimal.

Super Lifetime (Umur Pakai Super): Blade Battery dirancang untuk memiliki umur pakai yang sangat panjang. Klaimnya, baterai ini dapat bertahan hingga 3.000 kali siklus pengisian atau setara dengan jarak tempuh 1,2 juta kilometer, jauh melebihi rata-rata industri.

Super Power (Tenaga Super): Baterai ini mampu memberikan output daya yang konsisten dan kuat, mendukung performa kendaraan listrik yang baik, termasuk akselerasi yang responsif.

Meski demikian, perlu dipahami pula bahwa Blade Battery dari BYD juga memiliki kelemahan atau keterbatasan yang perlu dipertimbangkan, seperti:

Kepadatan Energi Lebih Rendah Dibanding Baterai NCM:

Meskipun Blade Battery efisien dalam penggunaan ruang berkat desainnya, secara intrinsik, kepadatan energi per kilogram (Wh/kg) baterai LFP masih lebih rendah dibandingkan baterai nikel-kobalt-mangan (NCM) yang populer. Ini berarti untuk mencapai jarak tempuh yang sangat jauh (misalnya, lebih dari 600–700 km dalam satu pengisian), kendaraan yang menggunakan Blade Battery mungkin perlu membawa paket baterai yang lebih besar dan lebih berat dibandingkan dengan kendaraan serupa yang menggunakan NCM.

Performa di Suhu Dingin:

Baterai LFP umumnya cenderung kurang optimal performanya di suhu yang sangat dingin. Jarak tempuh dapat berkurang dan kecepatan pengisian daya bisa melambat secara signifikan ketika suhu di bawah titik beku. Meskipun BYD terus melakukan peningkatan untuk mengatasi ini, ini masih menjadi perhatian di pasar dengan iklim musim dingin yang ekstrem.

Pengisian Daya yang Berpotensi Lebih Lambat di Akhir Siklus:

Meskipun LFP secara umum lebih stabil, ada beberapa laporan bahwa kecepatan pengisian daya bisa melambat saat baterai mendekati kapasitas penuh (misalnya, di atas 80% atau 90%). Ini adalah karakteristik umum baterai LFP untuk melindungi sel dan memperpanjang umur pakai, namun bisa berarti waktu tunggu lebih lama di stasiun pengisian cepat saat ingin mengisi penuh.

Ketergantungan pada Litium:

Sama seperti semua baterai lithium-ion, Blade Battery masih bergantung pada ketersediaan dan harga litium, yang merupakan sumber daya terbatas. Fluktuasi harga litium dapat memengaruhi biaya produksi baterai.

Singkatnya, kelemahan utama Blade Battery terletak pada kepadatan energi yang lebih rendah dibandingkan NCM (yang memengaruhi jarak tempuh ekstrem atau bobot kendaraan) dan performa yang sedikit terpengaruh di suhu dingin. Namun, keunggulan keamanannya yang luar biasa dan umur pakainya yang panjang seringkali mengimbangi kekurangan ini, terutama untuk penggunaan sehari-hari.

Meskipun BYD adalah produsen besar dan banyak pabrikan lain seperti Tesla sudah mulai menggunakan Blade Battery (atau teknologi LFP BYD), adopsinya di industri otomotif global masih terus berkembang. Inovasi baterai lain juga terus bermunculan, sehingga persaingan teknologi akan terus menantang dominasi LFP. Namun, diakui atau tidak, Blade Battery merupakan inovasi penting dalam teknologi baterai kendaraan listrik yang berfokus pada keamanan tinggi, efisiensi ruang, dan daya tahan jangka panjang, menjadikannya pilihan menarik untuk masa depan mobilitas listrik.

(Sumber: dari berbagai sumber)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....